Jakarta – World Gold Council (WGC) mencatat, permintaan emas batangan di Indonesia meningkat hingga 29 persen secara tahunan. Kenaikan ini terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tekanan pelemahan nilai tukar mata uang.
“Saat ini permintaan naik 29 persen terlepas dari ketidakpastian ekonomi dan pelemahan mata uang yang terjadi,” kata Senior Research Lead APAC World Gold Council, Marissa Salim, dalam Konferensi Pers Laporan Gold Demand Trends Tahun 2025, di Jakarta, Rabu (4/2/2026).
BACA JUGA:Ekspor Emas Kena Pajak, Begini Respons World Gold Council
BACA JUGA:Tren Permintaan Perhiasan di Indonesia Anjlok di 2025, Ini Biangkeroknya
BACA JUGA:Orang Indonesia Beli Emas 48,2 Ton selama 2025
Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut mencerminkan bagaimana pasar emas Indonesia beradaptasi terhadap situasi ekonomi yang penuh volatilitas. Investor dinilai semakin mengandalkan emas sebagai instrumen lindung nilai atau safe haven.
“Hal ini dikarenakan karena emas dianggap sebagai intrumen yang aman atau safe heaven dan menjadi cara untuk mempertahankan kekayaan di tengah volatilitas yang terjadi,” ujarnya.
Menurut Marissa, emas dipandang sebagai aset yang mampu menjaga nilai kekayaan ketika kondisi ekonomi tidak stabil. Hal ini mendorong masyarakat untuk mengalihkan sebagian portofolio investasinya ke emas fisik, terutama emas batangan dan koin.
“Dari sisi produsen pun saat ini mereka mengalokasikan kapasitas produksi mereka pada emas batang mengikuti dengan tren pasar,” ujarnya.
/2025/12/13/432746519.jpg)
/2025/12/13/2147204063.jpg)
/2024/03/08/613527982.jpg)
/2025/10/21/868494903.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5492771/original/049266100_1770184638-IMG_4402.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5101518/original/020188500_1737371758-Photo_Release_Hexindo__2__-_Zaxis-7G_Series_ZX490LC-7G.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5299983/original/084137800_1753857669-Menara_SMBC_Indonesia__1___2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3913280/original/009736000_1643034734-24_januari_2022-4.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5450574/original/027965600_1766147761-Kepala_Eksekutif_Pengawas_Perbankan_OJK__Dian_Ediana_Rae.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3980732/original/010029000_1648714878-20220331-Laporan-SPT-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473091/original/035263700_1768386874-Chief_Executive_Officer__CEO__Badan_Pengelola_Investasi_Daya_Anagata_Nusantara__Danantara__Rosan_Roeslani-14_Januari_2026b.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5449146/original/064430900_1766049207-Menkeu_Purbaya_Yudhi_Sadewa_saat_Konpres_APBN-b.jpeg)