Jakarta – PT Bank OCBC NISP Tbk memandang tingginya volatilitas nilai tukar rupiah terhadap valuta asing (valas) sebagai dinamika yang perlu dihadapi dengan pendekatan hati-hati. Di tengah tekanan global, bank menegaskan fokus utamanya tetap pada menjaga posisi keuangan yang aman, baik bagi perusahaan maupun nasabah.
Direktur Johannes Husin menyatakan, kondisi fluktuasi valas yang tinggi tidak serta-merta dianggap sebagai ancaman semata. Menurutnya, hal terpenting adalah memastikan eksposur bank dan nasabah tetap terkelola dengan baik di tengah ketidakpastian pasar.
BACA JUGA:Gejolak Global Hantam Rupiah, Ini Strategi OCBC Jaga Kredit Valas
BACA JUGA:Kurs Rupiah Ditutup Melemah, Pasar Tunggu Kepastian Gencatan Senjata AS-Iran
BACA JUGA:Rupiah Melemah ke Rp 17.030, Konflik Israel-Lebanon Masih Jadi Penekan
“Mengenai apakah dengan volatilitas valas terhadap rupiah yang sangat tinggi ini menjadi ancaman atau kesempatan. Buat kami jelas tugas utama adalah memastikan posisi rasa baik dan aman semua. Karena kan pertanyaan awalnya juga berangkat dari exposure kita dan nasabah juga punya exposure,” kata Johannes dalam Konferensi Pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Paparan Publik, di OCBC Tower, Kamis (9/4/2026).
Ia menjelaskan, pihaknya terus berupaya membantu nasabah dalam memitigasi risiko akibat gejolak nilai tukar. Upaya ini dilakukan dengan memastikan setiap risiko yang muncul dapat diidentifikasi dan dikelola secara terukur.
“Kita mau memastikan bahwa gejolak ini kita bisa membantu nasabah kita untuk memitigasi. Memastikan bahwa risiko-risiko mereka bisa kita bantu,” ujarnya.
Selain itu, bank juga melihat adanya peluang dari kondisi tersebut, khususnya dalam hal diversifikasi portofolio nasabah. Dengan strategi yang tepat, volatilitas valas justru dapat dimanfaatkan untuk memperluas pilihan investasi.

/2026/01/28/1419203316.jpg)
/2026/02/08/1636791920.jpg)
/2022/02/23/885391879.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5219629/original/039640900_1747221144-20250514-Harga_Emas-ANG_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476090/original/021358800_1768711106-89ca5fc3-1578-4cf0-8176-b43ea2ccde53.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5520901/original/031279000_1772664806-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5137861/original/069279700_1739965706-f606fa8e-0760-495d-b7ab-a14b1eae5495.jpg)
/2017/06/14/1946894088.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5550464/original/070550700_1775698382-38039b87-fe4d-428a-8980-d1deb1609409.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2439239/original/004031600_1542966203-20181123-Nilai-Tukar-Rupiah-Menguat-Atas-Dolar-Angga2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5551151/original/014052200_1775719526-WhatsApp_Image_2026-04-09_at_13.10.40.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5551448/original/064483400_1775726721-WhatsApp_Image_2026-04-09_at_16.05.45.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5550333/original/023387700_1775653134-PHOTO-2026-04-08-17-09-17.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5550332/original/018252100_1775653118-PHOTO-2026-04-08-17-09-19.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5541737/original/080028800_1774882683-IMG-20260330-WA0101.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5549359/original/003858900_1775617048-IMG-20260408-WA0005.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5337503/original/092769700_1756899849-1001002551.jpg)