Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan jumlah emas yang digadaikan masyarakat melalui layanan Pegadaian mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Tren ini sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat memanfaatkan emas sebagai instrumen keuangan, baik sebagai jaminan pembiayaan maupun sebagai aset penyimpan nilai.
BACA JUGA:Setahun Bank Emas Indonesia, Pemerintah Perkuat Ekosistem Bullion Nasional
Menurut Airlangga, peningkatan tersebut terlihat dari total emas yang digadaikan yang kini mencapai 144,7 ton, naik dari sebelumnya sekitar 94 ton. Peningkatan ini juga terjadi bersamaan dengan bertambahnya jumlah masyarakat yang memanfaatkan layanan terkait emas sejak diperkenalkannya bank bullion di Indonesia.
“Jumlah yang digadaikan di pegadaian nilai emasnya meningkat menjadi 144,7 ton dari 94 ton dan juga mereka yang sudah memanfaatkan itu menjadi pinjaman itu juga naik sebesar 38,5 ton atau senilai 102 triliun,” kata Airlangga dalam acara Aksi Kuatkan Literasi dan Inklusi keuangan untuk Kesejahteraan (AKSI KLIK) dan fasilitasi Akses Keuangan melalui Business Matching dan Literasi untuk Kesejahteraan Keuangan (AKU BISA SEJAHTERA), Jumat (6/3/2026).
Ia menjelaskan, tren peningkatan pemanfaatan emas tersebut tidak terlepas dari meningkatnya ketertarikan masyarakat terhadap instrumen yang dianggap relatif aman di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Selain itu, pertumbuhan layanan berbasis emas juga tercermin dari peningkatan jumlah nasabah bank bullion yang diluncurkan pemerintah pada Februari tahun lalu.
“Yang tahun lalu diluncurkan Bapak Presiden seperti Bank Bullion itu di Februari tahun lalu yaitu jumlah nasabahnya 3,2 juta sekarang sudah mencapai 5,7 juta jadi itu meningkat dengan pesat,” tuturnya.
Airlangga juga menyebut bahwa pemanfaatan emas sebagai instrumen keuangan semakin berkembang seiring dengan naiknya harga emas di pasar global.
Kondisi tersebut membuat emas semakin dipandang sebagai aset lindung nilai atau safe haven, terutama ketika terjadi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik di tingkat global.
/2022/02/03/357761973.jpg)
/2024/06/27/487465856.jpg)
/2025/12/08/659294977.jpg)
/2025/12/17/1354237420.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5261711/original/021340900_1750682308-AP23139497868577.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523293/original/084237400_1772800327-1000253576.jpg)
/2024/12/04/736099509.jpg)
/2024/07/04/253076178.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523275/original/084776600_1772799017-IMG_2105.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369941/original/055657900_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1071007/original/007878700_1448870952-20151130-Harga-Emas-Kembali-Buyback-AY4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375574/original/030742400_1538739776-20181005-Emas-Antam-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375575/original/026127600_1538739777-20181005-Emas-Antam-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523296/original/057359200_1772800398-667f9b46-cd0a-49ae-b436-68ffe40f6402.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523299/original/026180000_1772800697-IMG_0755.jpeg)