Jakarta – Deputi Gubernur Bank Indonesia terpilih Thomas Djiwandono menegaskan proses penunjukannya sebagai Deputi Gubernur BI berjalan sesuai mekanisme yang berlaku. Thomas membantah isu yang menyebut dirinya sejak awal ditunjuk atau dipersiapkan untuk menjadi Gubernur Bank Indonesia.
Soal (penunjukan) Gubernur BI, tidak, kata Thomas dalam Media Briefing di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
BACA JUGA:Bank Indonesia Buka Ruang Kembali Pangkas Suku Bunga
BACA JUGA:Jadi Deputi Gubernur BI, Thomas Djiwandono Pastikan Independensi Bank Sentral Tetap Terjaga
BACA JUGA:Bos Bank Indonesia Jamin Ekonomi Nasional Terus Tumbuh di 2026-2027
BACA JUGA:Klarifikasi Thomas Djiwandono soal Mundur dari Partai
Thomas menegaskan, sejak awal tidak pernah ada proses penunjukan dirinya sebagai Gubernur Bank Indonesia. Ia mengaku sempat membaca sejumlah pemberitaan saat berada di luar negeri yang mengaitkan namanya dengan posisi tersebut.
Menurut dia, informasi tersebut tidak berdasar. Thomas menjelaskan dalam akta kepengurusan DPP terbaru per Maret 2025, namanya sudah tidak tercantum sebagai bendahara umum partai. Hal itu menjadi bukti ia telah mengambil langkah formal untuk melepaskan jabatan politiknya.
Proses awal dicalonkan. Saya waktu itu ada yang saya baca (berita) waktu di luar negeri, wah ini masih anggota partai dan sebagainya. Coba dilihat, saya ini di akte DPP yang baru bulan Maret 2025, itu gak ada saya sebagai bendahara umum. Itu fakta. Karena memang saya sudah apa istilahnya menggunurkan diri dari posisi bendahara umum, jelasnya.
Ia menambahkan, pengunduran diri tersebut dilakukan atas kesadaran pribadi. Meski di Kementerian Keuangan tidak terdapat aturan yang secara eksplisit mewajibkan hal tersebut, Thomas memilih mundur demi menjaga fokus dan integritas dalam menjalankan tugas negara.
Mundur dari Partai Demi Jaga Prinsip Profesionalisme
Thomas mengungkapkan, keputusan mundur dari kepengurusan partai dan keanggotaan diambil karena prinsip profesionalisme.
/2025/08/04/2059509624.jpg)
/2026/01/18/1891485649.jpg)
/2025/01/01/314892037.jpg)
/2022/08/04/2004827106.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2835792/original/038785100_1561357842-FOTO_0001.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369940/original/015660100_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172726/original/046657700_1594117380-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1013558/original/005420700_1444269375-rupiah230715.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4925958/original/009014100_1724395577-IMG-20240823-WA0000.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/1738534/original/068857100_1507883251-Aluminium5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2836176/original/077516600_1561369125-20190624-Emas-Antam-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5534559/original/057490500_1773837252-1cf20d5f-2b83-44b4-ba72-412949427e42.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5534544/original/075277300_1773836617-AirNav_Indonesia-18_Maret_2026.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5534564/original/007430600_1773838221-WhatsApp_Image_2026-03-18_at_18.09.27.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4797068/original/007275100_1712476132-20240407-Pemudik_Bermotor-HER_4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3280893/original/087094900_1603879302-20201028-Bandara-Soetta-3.jpg)