Jakarta – Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan Kamis (11/6/2026) pagi. Mata uang Garuda tercatat naik 3 poin atau 0,02 persen ke posisi Rp 17.941 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 17.944 per dolar AS.
Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menilai bahwa penguatan rupiah terjadi seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap prospek fiskal Indonesia. Menurut dia, sejumlah perkembangan terbaru memberikan sinyal positif bagi kondisi fiskal nasional.
BACA JUGA:Dampak Pelemahan Rupiah Terhadap Dolar AS, Harga Obat Merangkak Naik
BACA JUGA:Rupiah Tertekan, Ini Peringatan Terbaru Bank Dunia untuk Indonesia
BACA JUGA:Rupiah Melemah Lagi Hari Ini, Konflik Timur Tengah Guncang Pasar Keuangan
“Kekhawatiran terhadap prospek fiskal Indonesia mereda seiring pelemahan harga minyak global, sementara keputusan pemerintah untuk melakukan penyesuaian harga BBM (Bahan Bakar Minyak) Pertamax turut mengurangi tekanan terhadap keseimbangan fiskal,” ujarnya dikutip dari Antara.
Josua menjelaskan, kombinasi faktor tersebut memperkuat keyakinan pelaku pasar bahwa defisit fiskal Indonesia masih dapat terjaga dalam batas yang terkendali. Kondisi itu tidak hanya mendukung pergerakan rupiah, tetapi juga memberikan sentimen positif bagi pasar obligasi domestik.
Selain faktor fiskal, rupiah juga mendapat dorongan dari kebijakan moneter Bank Indonesia (BI). Keputusan bank sentral menaikkan suku bunga acuan sehari sebelumnya dinilai mulai memberikan dampak positif terhadap pasar keuangan.
Kenaikan BI Rate meningkatkan daya tarik imbal hasil aset domestik, sehingga berpotensi menarik arus modal masuk dan memperkuat posisi rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global.




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3000975/original/019358200_1576748932-20191219-BI-Pertahankan-Suku-Bunga-Acuan-di-5-Persen-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5299141/original/036414800_1753783117-IMG-20250729-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8229351/original/000339000_1781089767-DSC01865.jpg)
/2026/01/28/1071091106.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5523351/original/063455500_1772803904-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-6_Maret_2026c.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219629/original/039640900_1747221144-20250514-Harga_Emas-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532289/original/028365400_1628161488-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3913279/original/044672700_1643034569-24_januari_2022-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6998518/original/060608900_1779768813-AP26142827392886.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5119144/original/046555200_1738566795-XRP_illustration.jpg)