Jakarta – Rupiah dibuka menguat tipis pada perdagangan Kamis (23/7/2026) di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Meski demikian, analis memperkirakan penguatan mata uang Garuda masih dibayangi potensi tekanan dari kenaikan harga minyak dunia dan menguatnya sentimen terhadap dolar AS.
Mengacu data pembukaan perdagangan, kurs rupiah naik 3 poin atau sekitar 0,02 persen ke level 17.914 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi 17.917 per dolar AS.
BACA JUGA:Top 3: Harga Emas Naik ke Posisi Tertinggi
BACA JUGA:Rupiah Melemah Lagi, Terseret Ekspektasi Suku Bunga The Fed
BACA JUGA:Rupiah Hari Ini Tertekan Imbas Harapan Kenaikan Suku Bunga The Fed
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai penguatan rupiah berpotensi terbatas karena pelaku pasar masih mencermati perkembangan konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang kembali memanas.
“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah harga minyak yang kembali naik oleh tensi geopolitik di Timteng,” ucapnya dikutip dari Antara.
Meski demikian, Lukman melihat sentimen domestik mulai menunjukkan perbaikan sehingga dapat membantu menahan tekanan terhadap rupiah.
Menurut dia, hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang memutuskan mempertahankan suku bunga acuan sekaligus meluncurkan berbagai insentif baru dinilai menjadi faktor pendukung stabilitas nilai tukar.
“Dari RDG BI (Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia) kemarin, walau mempertahankan tingkat suku bunga, namun langkah BI memberi insentif baru yang di antaranya mengurangi biaya transaksi lindung nilai valuta asing dengan bank sentral dan mendorong penggunaan mata uang selain dolar AS, diharapkan bisa mendukung rupiah,” ungkap dia.



/2026/04/08/2106434271.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3422258/original/036463100_1617784698-Bank-BTN1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2901439/original/036729000_1567581980-20190903_155509.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5272316/original/024386100_1751539843-20250703-Kenaikan_tarif_Ojol-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5365233/original/087897300_1759148802-1000102805.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2913269/original/028750400_1568694627-20190916-Aktivitas-Petani-saat-Panen-Garam--AFP-3.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352151/original/051235700_1610959710-20210118-Emas-Antam-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219633/original/084845400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2050779/original/091139900_1522730510-20180403-Bitcoin-AFP1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306955/original/077151200_1784943871-Gemini_Generated_Image_5q73a05q73a05q73.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306956/original/023162700_1784944502-ChatGPT_Image_Jul_25__2026__08_54_24_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1937644/original/001119200_1519626925-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)