Jakarta – Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan Kamis (12/6/2026) sore. Mata uang Garuda turun 45 poin atau 0,25 persen ke level Rp 17.989 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp 17.944 per dolar AS.
Sejalan dengan pelemahan di pasar spot, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga menunjukkan tren serupa. Pada Kamis, JISDOR tercatat di level Rp 17.981 per dolar AS, melemah dibandingkan posisi sebelumnya yang berada di Rp 17.971 per dolar AS.
BACA JUGA:Dampak Pelemahan Rupiah Terhadap Dolar AS, Harga Obat Merangkak Naik
BACA JUGA:Rupiah Tertekan, Ini Peringatan Terbaru Bank Dunia untuk Indonesia
Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi meningkatnya ketidakpastian global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Pelemahan rupiah pada perdagangan hari ini dipengaruhi dari faktor global risiko geopolitik meningkatnya eskalasi konflik AS Israel dan Iran terbaru, ujar Rully dikutip dari Antara.
Ketegangan terbaru terjadi setelah sejumlah wilayah di Iran bagian selatan dilaporkan menjadi sasaran serangan udara. Mengutip Anadolu, ledakan terdengar di kawasan Kargan, Kota Minab, serta Bandar Abbas.
Media Iran juga melaporkan aktivitas sistem pertahanan udara di sejumlah wilayah lain, seperti Jask, Qeshm, dan Sirik di Provinsi Hormozgan.
Perkembangan tersebut terjadi setelah Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan pasukan AS melancarkan serangkaian serangan tambahan yang disebut sebagai aksi membela diri terhadap sejumlah target di Iran.
Menurut CENTCOM, operasi militer itu dilakukan atas instruksi langsung Presiden AS Donald Trump sebagai respons terhadap apa yang disebut sebagai agresi berkelanjutan dari Iran.




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256687/original/099459400_1781164100-BI_dan_PBOC2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5299141/original/036414800_1753783117-IMG-20250729-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8229351/original/000339000_1781089767-DSC01865.jpg)
/2026/01/28/1071091106.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5523351/original/063455500_1772803904-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-6_Maret_2026c.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219629/original/039640900_1747221144-20250514-Harga_Emas-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532289/original/028365400_1628161488-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3913279/original/044672700_1643034569-24_januari_2022-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6998518/original/060608900_1779768813-AP26142827392886.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5119144/original/046555200_1738566795-XRP_illustration.jpg)