Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Selasa (18/8/2026). Pergerakan rupiah dipengaruhi penantian pasar terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI), pelemahan dolar AS, serta perkembangan ekonomi global.
Mengacu pada data perdagangan, rupiah pada pukul 09.59 WIB melemah 43 poin atau 0,24 persen menjadi 17.841 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah ditutup pada level 17.798 per dolar AS.
BACA JUGA:Rupiah Kembali Tertekan, Konflik AS-Iran dan Harga Minyak Jadi Pemicu
BACA JUGA:Bank Indonesia Olah Limbah Uang Jadi Cendera Mata, 72% Sudah Diproses
BACA JUGA:Rupiah Menguat ke 17.827 per Dolar AS Usai Pidato Nota Keuangan Prabowo
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa mengatakan sentimen domestik terhadap rupiah relatif positif. Namun, pelaku pasar masih menunggu hasil RDG BI yang berlangsung pada 18-19 Agustus 2026.
“Perhatian utama tertuju pada arah kebijakan BI-Rate yang diperkirakan tetap di level 5,75 persen,” katanya dikutip dair Antara.
Selain kebijakan suku bunga, BI juga mendorong peningkatan penyaluran kredit melalui pelonggaran likuiditas perbankan. Kebijakan tersebut diarahkan untuk mendukung konsumsi dan pertumbuhan ekonomi, dengan tetap menjaga stabilitas nilai tukar serta inflasi.
Di tengah kondisi tersebut, pasar masih mencermati langkah BI dalam menjaga stabilitas rupiah sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

/2022/04/26/1849894064.jpg)
/2026/04/16/1396253509.jpg)
/2024/12/29/312376881.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4955210/original/084692100_1727494685-82edf2ca-5bb6-416f-821b-6a8cf9dcabef.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3601860/original/065983700_1634177953-000_9PJ4CW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324491/original/040483600_1786709302-email-attachment_2026_08_14_dimaswicaksana_pemerintah-bakal-tertibkan-kopdes-merah-putih-termasuk-yang-ada-di-pegunungan_IMG_20260814_172146_939.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5547796/original/037439600_1775471566-5a30db31-a405-4d32-ac64-4d8bd20e48bc.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3431809/original/040325900_1618652213-WhatsApp_Image_2021-04-17_at_16.19.26.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309013/original/069225700_1785214716-107347162-1702486289346-gettyimages-1852400117-_cf23021_tuz1gxpa.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192693/original/032314600_1595929325-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3188320/original/078196100_1595493634-20200723-Usai-Cetak-Rekor_-Harga-Emas-Antam-Kembali-Turun-IQBAL-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4103061/original/071480700_1658923819-Harga_emas_menguat_tipis-ANGGA_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5179416/original/014824300_1743563839-ChatGPT_Image_Apr_2__2025__10_16_14_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306955/original/077151200_1784943871-Gemini_Generated_Image_5q73a05q73a05q73.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4762652/original/074745500_1709631297-fotor-ai-20240305163351.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028257/original/063990300_1732871477-fotor-ai-20241129161040.jpg)