Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah tipis pada perdagangan Kamis (13/8/2026). Pelemahan terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, terutama terkait Iran.
Selain itu, rupiah juga tertekan dipengaruhi sentimen global setelah rilis data inflasi Amerika Serikat yang sesuai ekspektasi pasar.
BACA JUGA:Rupiah Ditutup Stabil, Efek MSCI Mulai Memudar
BACA JUGA:Top 3: Harga Cabai Makin Pedas
Rupiah pada pembukaan perdagangan bergerak turun 2 poin atau 0,01 persen menjadi 17.879 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 17.877 per dolar AS.
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa mengatakan tekanan terhadap rupiah masih berasal dari perkembangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
“Rupiah masih menghadapi tekanan dari ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, terutama perkembangan terkait Iran dan Selat Hormuz yang berpotensi mempengaruhi pasokan serta harga energi,” ujarnya dikutip dari Antara.
Kekhawatiran pasar meningkat setelah Iran dikabarkan mengajukan enam syarat kepada Amerika Serikat terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.
Syarat tersebut mencakup penghentian ancaman terhadap pemimpin tertinggi Iran, penghentian permanen aksi militer terhadap Iran dan sekutunya, penarikan kekuatan laut dan udara AS yang terlibat dalam blokade, pemberian kompensasi atas kerugian selama konflik, pencabutan sanksi AS, serta pembebasan aset Iran yang dibekukan.
Selain itu, Iran juga disebut tengah menyiapkan rancangan undang-undang yang melarang kapal militer dan komersial dari negara yang dianggap “musuh” memasuki Selat Hormuz tanpa persetujuan.

/2026/04/06/357598519.jpg)
/2026/01/11/1147588936.jpg)
/2024/10/13/1007449386.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322814/original/049305600_1786590306-ChatGPT_Image_Aug_13__2026__10_03_37_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5278126/original/055433400_1752054768-Sapna_Chadha__Vice_President__Southeast_Asia_and_South_Asia_Frontier__Google_Asia_Pacific__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310806/original/096451100_1785371567-ChatGPT_Image_Jul_30__2026__07_24_25_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816481/original/059395900_1714383540-fotor-ai-20240429133650.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310807/original/088871800_1785371580-Gemini_Generated_Image_hjxpijhjxpijhjxp.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/976570/original/042706700_1441279137-harga-emas-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352151/original/051235700_1610959710-20210118-Emas-Antam-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3458468/original/004833700_1621321944-20210518-Harga-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5318241/original/065365800_1755440586-Gemini_Generated_Image_y280ezy280ezy280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309010/original/038477600_1785214604-ChatGPT_Image_Jul_28__2026__11_55_54_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3932277/original/005220300_1644714392-13_februari_2022-1.jpg)