Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terjadi bukan hanya karena faktor Thomas Djiwandono, yang bertukar peran dari Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Menurut dia, Bank Indonesia (BI) juga memegang peran penting dalam penguatan kurs rupiah. Bukan karena Pak Thomas saja, memang langkah bank sentral sudah lebih baik daripada yang sebelumnya saya pikir, ujarnya saat ditemui di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
BACA JUGA:Kurs Dolar AS Lesu, Rupiah Melesat Tersengat Sentimen Global
BACA JUGA:IHSG Hari Ini 27 Januari 2026 Berbalik Arah Menghijau, Sektor Saham Teknologi Pimpin Kenaikan
BACA JUGA:Pengamat Ingatkan Pentingnya Independensi Bank Indonesia
Purbaya lantas menyerahkan wewenang terkait rupiah kepada Bank Indonesia. Ia pun meyakini langkah bank sentral sudah lebih baik daripada sebelumnya.
Apalagi kalau saya lihat si dolar akan cenderung dilemahkan di pasar global. Yen dikuatkan, itu biasanya berpengaruh ke nilai tukar dolar, ke mata uang yang lain dalam jangka waktu yang cukup panjang, bebernya.
Jadi kalau kita pintar-pintar dikit, harusnya rupiah gampang sekali diperkuat lebih jauh lagi dari level yang sekarang, kata Purbaya.
Dari sisi Kementerian Keuangan, Purbaya wajib memastikan bahwa program-program ekonomi berjalan dengan baik. Sehingga fondasi menguat, dan memancing ketertarikan investor menanamkan modal di Indonesia.
Saya pikir arahnya ke sana, karena perbaikan ekonomi kita bukan cuma lihat dengan kertas, kita akan betul-betul perbaiki, imbuh Purbaya.
/2023/11/14/265599980.jpg)
/2023/02/06/1670990717.jpg)
/2025/09/02/1934936574.jpg)
/2025/12/08/659294977.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5485014/original/004537300_1769491945-1000217561.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2793619/original/013488900_1556718746-Kembang-Api-Buruh4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3457615/original/088329700_1621231850-FOTO_001.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5330454/original/029687200_1756361195-IMG_1809.jpg)
/2025/11/09/1135046162.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5486677/original/085045300_1769595276-WhatsApp_Image_2026-01-28_at_16.13.24.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5486550/original/072648900_1769590191-Deputi_Gubernur_Bank_Indonesia_terpilih_Thomas_Djiwandono-_28_Januari_2026a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5129438/original/034681000_1739288405-BI_10.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5484915/original/056960900_1769488796-WhatsApp_Image_2026-01-27_at_10.56.47.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472366/original/098607300_1768363991-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4477896/original/072602400_1687478218-Miliarder_atau_Orang_Terkaya_Dunia.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4881569/original/094570800_1719967258-fotor-ai-2024070373820.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5485687/original/071253500_1769524080-1756f35c-ee91-4c96-861f-adbd26f34d5c.jpeg)