Jakarta – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai keputusan Bank Indonesia (BI) untuk kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate 25 basis poin (bps) menjadi 5,75% mencerminkan komitmen kuat bank sentral untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global.
Kenaikan itu merupakan yang ketiga secara berturut-turut dalam dua bulan terakhir, sehingga total pengetatan kebijakan moneter mencapai 100 bps sejak April 2026.
BACA JUGA:BI Rate Naik Lagi Mampu Tarik Dana Asing?
BACA JUGA:BI Rate Naik Jadi 5,75%, Ini Untung Ruginya buat Kantong Anda
BACA JUGA:BI Rate Kembali Naik, Pengamat Sebut Rupiah Masih Loyo
Fixed Income Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Jessica Tasijawa menuturkan, langkah itu masih difokuskan untuk mendukung penguatan rupiah dan menjaga stabilitas eksternal Indonesia.
Kenaikan suku bunga ini terutama bertujuan mendukung apresiasi rupiah dan menjaga stabilitas eksternal. Setelah sempat menembus level psikologis Rp 18.000 per dolar AS, rupiah mulai menunjukkan pemulihan dan menguat ke sekitar Rp 17.730 per dolar AS secara month to date, kata Jessica, dikutip dari keterangan resmi, ditulis Jumat, (19/6/2026).
Selain menjaga stabilitas nilai tukar, BI juga mulai mencermati potensi tekanan inflasi. Hal ini terlihat dari kenaikan Wholesale Price Index (WPI) menjadi 5,76% secara tahunan pada Mei 2026 serta meningkatnya inflasi inti di luar komponen emas menjadi 1,63% dari 1,36% pada April 2026.
Menurut Mirae Asset, daya tarik aset keuangan Indonesia turut didukung oleh kenaikan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Hingga 18 Juni 2026, yield SBN tenor 10 tahun naik sekitar 92 basis poin sejak awal tahun menjadi 7%, sementara yield tenor 2 tahun meningkat menjadi 7,08%. Kondisi tersebut turut mendorong masuknya aliran dana asing ke pasar keuangan domestik.



/2026/02/05/577453298.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4948540/original/061465800_1726804839-20240920-FLPP-MER_3.jpg)



:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3617284/original/010929700_1635503741-20211029-Neraca-perdagangan-RI-alamai-surplus-ANGGA-1.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2375572/original/090361500_1538739773-20181005-Emas-Antam-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352154/original/097767500_1610959712-20210118-Emas-Antam-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219635/original/040174000_1747221146-20250514-Harga_Emas-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876293/original/006485300_1719462342-fotor-ai-20240627112341.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5303845/original/091163900_1754130203-Gemini_Generated_Image_4fgq6p4fgq6p4fgq.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3913279/original/044672700_1643034569-24_januari_2022-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4983414/original/048746200_1730112225-fotor-ai-20241028174259.jpg)