Jakarta – Harga emas dunia kembali menguat dan mendekati level psikologis USD 5.100 per ounce setelah sempat terkoreksi pada awal pekan. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik serta ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat. Pelaku pasar kini menyoroti apakah reli ini akan berlanjut atau justru memasuki fase konsolidasi sebelum menentukan arah berikutnya.
Mengutip laman Kitco.com, Senin (23/2/2026), secara teknikal, emas menunjukkan pola higher lows sejak awal bulan, menandakan tekanan beli masih dominan. Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas area USD 5.120–USD 5.140, peluang menuju USD 5.300 terbuka lebar.
BACA JUGA:Purbaya Blak-blakan Toko Emas Mewah \’Spanyol\’ Disegel Bea Cukai: Barangnya…
BACA JUGA:Harga Emas Perhiasan Hari Ini 23 Februari 2026: Termahal Sentuh Level Segini
Sentimen safe haven akibat ketegangan geopolitik, termasuk dinamika hubungan Amerika Serikat–Iran, menjadi katalis utama. Selain itu, pasar juga menantikan arah kebijakan suku bunga dari Federal Reserve.
Jika data inflasi dan ketenagakerjaan melemah, ekspektasi pemangkasan suku bunga bisa mengangkat emas lebih tinggi. Beberapa analis bahkan melihat potensi lonjakan cepat menuju USD 5.400–USD5.500 apabila terjadi eskalasi politik atau tekanan tajam di pasar saham global.
Skenario Konsolidasi: Bergerak di Rentang USD 4.950-USD 5.100
Apabila tidak ada katalis besar dalam waktu dekat, emas berpotensi bergerak sideways. Level USD 5.000 kini menjadi titik keseimbangan baru antara pembeli dan penjual.
Pasar sedang menunggu rilis data ekonomi penting seperti kepercayaan konsumen dan indeks harga produsen AS. Tanpa kejutan signifikan, harga kemungkinan akan berfluktuasi dalam kisaran terbatas sambil membangun fondasi teknikal sebelum menentukan arah berikutnya.
Konsolidasi di area ini justru dinilai sehat setelah reli tajam sebelumnya.
/2025/07/29/1849039643.jpg)
/2021/11/18/1612827877.jpg)
/2023/07/27/1172885582.jpg)
/2024/10/03/816049894.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3029351/original/070025000_1579686481-20200122-Penguatan-Rupiah-4.jpg)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5203982/original/041738600_1745988471-30_april_2025-1.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3354469/original/046829100_1611133736-20210120-PERTUMBUHAN-UANG-BEREDAR-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4803210/original/041541900_1713259102-20240416-Pelemahan_Mata_Uang_Rupiah-MER_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3211514/original/040779700_1597690121-Foto_Bank_Mandiri.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4132711/original/011923100_1661233218-Penukaran-Uang-Baru-Faizal-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172732/original/048313800_1594117392-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976572/original/043059500_1441279137-harga-emas-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5488493/original/037865300_1769753942-Untitled.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1223093/original/001717500_1462280591-20160503-Pasar--Inflasi-Masih-Terkendali-Hingga-Juni-Jakarta-Angga-Yuniar-01.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4261962/original/044473000_1671083484-harga_telur_ayam_di_tingkat_peternak_mencapai_29_ribu-ARBAS_6.jpg)