Jakarta – Nilai tukar rupiah kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Kamis (21/5/2026). Mata uang rupiah ditutup melemah 13 poin ke level Rp 17.667 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 17.653 per dolar AS.
“Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup melemah 13 point sebelumnya sempat melemah 30 pointdilevel Rp 17.667 dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.653,” kata Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi, kepada Media, Kamis (21/5/2026).
BACA JUGA:Belajar dari Krisis 2008, Pemerintah Siapkan Antisipasi Hadapi Gejolak Global
BACA JUGA:Ekonom Ungkap Penyebab Rupiah Melemah, Dividen hingga Haji
BACA JUGA:Purbaya Target Rupiah Balik ke 15.000 per Dolar AS Pakai Cara Ini
Ia mengatakan tekanan terhadap rupiah masih dipengaruhi kombinasi faktor global, mulai dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah hingga sikap bank sentral Amerika Serikat yang tetap mewaspadai inflasi.
Menurutnya, perkembangan terbaru konflik Iran serta meningkatnya ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat membuat investor cenderung menghindari aset berisiko dan memilih instrumen yang lebih aman seperti dolar AS.
Ibrahim menjelaskan pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai perang Iran menjadi salah satu faktor yang menekan pergerakan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Trump menyebut konflik Iran berada pada tahap akhir setelah sebelumnya menyampaikan bahwa proses pembicaraan berlangsung cukup baik. Namun, ia juga memperingatkan bahwa kegagalan mencapai kesepakatan dapat memicu aksi militer Amerika Serikat yang lebih besar terhadap Iran.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/6484358/original/030209800_1779343577-1000324698.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7018957/original/079171000_1779792505-IMG-20260526-WA0040.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5060464/original/007193000_1734756490-1734752196030_tips-menjadi-influencer.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/976571/original/042940100_1441279137-harga-emas-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975034/original/086610900_1648205536-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186932/original/075074000_1744629098-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4837500/original/089462600_1716195908-Harga_emas_cetak_rekor_tertinggi-ANGGA_8.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013697/original/070218700_1651632437-000_329D9UW.jpg)