Jakarta – Kurs dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat terhadap rupiah pada pembukaan perdagangan Kamis di Jakarta. Nilai tukar rupiah tercatat melemah 30 poin atau sekitar 0,18 persen ke posisi Rp 16.752 per dolar AS, dibandingkan perdagangan sebelumnya di level Rp 16.722 per dolar AS.
Pelemahan rupiah terjadi di tengah dinamika sentimen global yang masih didominasi isu kebijakan moneter Amerika Serikat. Meski demikian, pergerakan kurs dolar terhadap rupiah dinilai masih berpeluang berbalik arah.
BACA JUGA:Kurs Dolar Tertekan Awal Pekan, Terdampak Kondisi Global
BACA JUGA:Rupiah Menguat Tipis di Tengah Ancaman Perang dan Gejolak Berdarah, Sampai Kapan?
Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, menyebut rupiah berpotensi menguat seiring meningkatnya perhatian pasar terhadap isu independensi Federal Reserve (The Fed).
Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan menguat di kisaran Rp16.700-Rp16.750 dipengaruhi oleh global berlanjutnya tren pelemahan index dollar dan keputusan The Fed untuk menahan bunga acuan 3,5 persen sesuai prediksi. Independensi The Fed masih terus membayangi dan menimbulkan ketidakpastian, katanya dikutip dari Antara.Â
Dari sisi global, tekanan terhadap kurs dolar muncul setelah The Fed memutuskan menahan suku bunga acuannya. Mengutip Anadolu, bank sentral AS tersebut mempertahankan suku bunga kebijakan pada kisaran 3,5 hingga 3,75 persen, sesuai dengan ekspektasi mayoritas pelaku pasar.
/2025/12/08/659294977.jpg)
/2025/11/27/1974583864.jpg)
/2025/12/09/920216395.jpg)
/2023/11/14/265599980.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5486550/original/072648900_1769590191-Deputi_Gubernur_Bank_Indonesia_terpilih_Thomas_Djiwandono-_28_Januari_2026a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3457615/original/088329700_1621231850-FOTO_001.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5486233/original/062057000_1769580738-Bakti_GoTo_untuk_Negeri_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5330454/original/029687200_1756361195-IMG_1809.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472366/original/098607300_1768363991-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/1071006/original/007793200_1448870952-20151130-Harga-Emas-Kembali-Buyback-AY3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5485455/original/004710200_1769507042-Presiden__Direktur_PT_Bank_Central_Asia_Tbk_Hendra_Lembong-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5049058/original/052751800_1734063585-1734060006726_apa-itu-paypal.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5028254/original/041675300_1732871304-fotor-ai-2024112916726.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4796664/original/075845200_1712438897-a-perry-XGr8jarX0gY-unsplash.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5119143/original/000941200_1738566772-XRP_illustration_alternative.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5028260/original/094937500_1732871703-fotor-ai-2024112916143.jpg)