Jakarta – Memasuki tahun 2026, masyarakat dan pelaku usaha di Indonesia dihadapkan pada tantangan besar berupa kenaikan biaya medis yang signifikan. Berdasarkan laporan terbaru dari Willis Towers Watson (WTW), angka inflasi medis di tanah air diprediksi menyentuh level 15 persen. Angka ini tercatat lebih tinggi dibandingkan rata-rata inflasi medis di kawasan Asia Pasifik yang berada di kisaran 14 persen.
Merespons kondisi tersebut, PT Sompo Insurance Indonesia (Sompo Insurance) menegaskan komitmennya untuk terus memberikan perlindungan kesehatan yang kokoh bagi masyarakat. Kenaikan biaya layanan kesehatan ini tidak hanya menjadi beban bagi individu, tetapi juga tantangan bagi keberlanjutan arus kas perusahaan dalam menjaga kesejahteraan karyawannya.
BACA JUGA:Kemenkeu: Tekanan Inflasi Bersifat Sementara, Normal Kembali Maret 2026
BACA JUGA:Prediksi BPS Soal Inflasi Maret-April 2026 Setelah Januari Sentuh 3,5%
BACA JUGA:Emas Perhiasan Beri Andil Besar ke Inflasi Tahunan Januari 2026
Chief Health Officer Sompo Insurance, Dolly Ritonga, mengungkapkan bahwa tren ini secara perlahan mengubah cara pandang masyarakat terhadap pentingnya asuransi. Kesadaran akan proteksi yang berkelanjutan kini menjadi prioritas utama guna menghindari risiko pengeluaran biaya tak terduga yang bisa mengganggu stabilitas finansial.
“Di tengah tantangan biaya dan kompleksitas kebutuhan kesehatan, masyarakat kini semakin memahami pentingnya perlindungan kesehatan yang komprehensif dan berkelanjutan. Sompo Insurance berkomitmen untuk terus menghadirkan produk yang tidak hanya memberikan perlindungan finansial, tetapi juga memudahkan akses terhadap layanan kesehatan berkualitas,” ujar Dolly Ritonga dalam keterangan tertulis, Senin (2/2/2026).
/2025/12/07/399938828.jpg)
/2025/03/14/208030179.jpg)
/2025/04/28/1077994607.jpg)
/2025/10/16/27400553.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5056517/original/071584300_1734522866-20241218-Jasa_Pengiriman_Paket-ANG_8.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5198172/original/061456600_1745500065-56e1a315-d25b-47fb-abe6-e936eafd527a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5397188/original/078850600_1761803487-IMG-20251030-WA0006.jpg)
/2025/12/08/432192557.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5461831/original/095838900_1767460415-Untitled.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4282588/original/045207500_1672910856-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3017478/original/046853000_1578564285-20200109-Waspadai-Gelombang-Tinggi-dan-Banjir-Rob-IMAM-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5487936/original/087253300_1769684538-Konferensi_pers_OJK-BEI-29_Januari_2026c.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)