Jakarta – Harga emas dunia menguat lebih dari 1% pada perdagangan Kamis setelah harga minyak mengalami penurunan. Sentimen positif muncul seiring meningkatnya optimisme pasar terhadap kemungkinan berakhirnya konflik yang melibatkan Iran.
Kondisi tersebut menekan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) dan mendorong penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS, sehingga meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.
BACA JUGA:Harga Emas 24 Karat Hari Ini 5 Juni 2026, Ada yang Melonjak dan Merosot
BACA JUGA:Kembali Bertenaga, Harga Emas Antam Jumat Ini Naik Rp 11.000 per Gram
BACA JUGA:Daftar Harga Emas Perhiasan Hari Ini, 5 Juni 2026: Patokan Lengkap Berbagai Karat
Mengutip CNBC, Jumat (5/6/2026), harga emas spot tercatat naik 0,8% menjadi USD$ 4.466,89 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus menguat 0,9% ke level USD$ 4.508 per ons.
Pedagang logam independen Tai Wong mengatakan laporan mengenai kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon menjadi salah satu faktor yang menekan dolar AS serta imbal hasil obligasi.
“Laporan mengenai kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon telah menekan dolar AS dan imbal hasil obligasi, sehingga membantu harga emas bertahan di atas level penting rata-rata pergerakan 200 hari,” ujar Wong.
Harapan pasar terhadap meredanya ketegangan geopolitik juga semakin meningkat setelah Israel dan Lebanon mengumumkan pada Rabu malam bahwa kedua pihak sepakat untuk menerapkan gencatan senjata.
Kesepakatan tersebut memunculkan optimisme bahwa peluang tercapainya kesepakatan antara Washington dan Teheran semakin terbuka.




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5672550/original/053854800_1778484681-IMG_3318.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7846987/original/058551800_1780669445-IMG_4743.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7755744/original/019097000_1780564798-WhatsApp_Image_2026-06-04_at_15.35.54.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5143793/original/048379300_1740553792-WAWANCARA_PRESIDEN_KE-6_SBY_ANG__30_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7749497/original/025677000_1780557634-Maybank_Adv_1.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2439240/original/018127500_1542966204-20181123-Nilai-Tukar-Rupiah-Menguat-Atas-Dolar-Angga3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7816779/original/017781500_1780634742-WhatsApp_Image_2026-06-05_at_08.50.29_1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5054979/original/081157700_1734432251-20241217-Kenaikan_Harga_Pangan-ANG_8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1400474/original/063702300_1478686860-20161109--Donald-Trump-Unggul-Rupiah-Terpuruk-Jakarta-Angga-Yuniar-04.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539712/original/078773900_1774614685-Menteri_Perdagangan_Budi_Santoso-27_Maret_2026b.jpg)