Jakarta – Harga emas dunia melanjutkan aksi jual pada perdagangan Senin, (2/2/2026). Lalu bagaimana pergerakan harga emas perhiasan di pasar domestik terutama di Raja Emas dan Laku Emas? Seiring aksi jual di emas dan perak memperdalam koreksi dan penurunan tajam Jumat pekan lalu.
Hal ini menyusul penguatan dolar Amerika Serikat dan aksi ambil untung mengurangi momentum dari reli yang telah mendorong logam mulia ke rekor tertinggi beberapa hari sebelumnya.
BACA JUGA:Intip Saham ANTM saat Harga Emas Dunia Merosot
BACA JUGA:Harga Emas Awal Pekan Tertekan, XAUUSD Masih Rawan Koreksi
BACA JUGA:Harga Emas Dunia Hari Ini 2 Februari 2026 Merosot, Simak Daftar Emas 24 Karat di Sini
BACA JUGA:Harga Emas Hari Ini 2 Februari 2026 Kembali Anjlok, Sentuh Level Ini
Mengutip CNBC, Senin pekan ini, harga emas spot turun sekitar 6% menjadi USD 4.538 per ounce setelah anjlok hampir 10% pada Jumat pekan ini. Saat itu, harga turun di bawah USD 5.000 per ounce.
Menurut para analis, penurunan harga emas terjadi setelah pembalikan tajam pada Jumat, ketika optimisme seputar pemotongan suku bunga AS bertabrakan dengan penilaian ulang mendadak terhadap kepemimpinan Federal Reserve. Hal ini Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menominasikan mantan Gubernur Fed Kevin Warsh untuk menggantikan Ketua Jerome Powell setelah masa jabatannya berakhir pada Mei.
Tren ‘Beli Produk Amerika’ kembali muncul sebagai akibatnya, dan tawaran independensi yang mendorong harga emas dan perak ke rekor tertinggi tepat di bawah USD 5.600 dan USD 122 per ons pada Kamis pagi mulai melemah,” kata José Torres, ekonom senior di Interactive Brokers, dalam sebuah catatan pada hari Senin.
Kepala Asia dan Timur Tengah di CMC Markets, Christopher Forbes mengatakan, penurunan tajam harga emas mencerminkan koreksi klasik setelah reli luar biasa, bukan sebagai penurunan tesis bullish jangka panjang.
Penurunan harga emas adalah “kantong udara klasik setelah kenaikan luar biasa,” kata Forbes.
Aktivitas ambil untung, penguatan dolar, dan berita geopolitik baru dari Washington telah meredam euforia perdagangan yang ramai.”
/2025/12/07/399938828.jpg)
/2025/03/14/208030179.jpg)
/2025/04/28/1077994607.jpg)
/2025/10/16/27400553.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3439230/original/057543400_1619358945-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_8.15.14_PM.jpeg)



:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4931455/original/016012500_1724922483-IMG-20240829-WA0026.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5461831/original/095838900_1767460415-Untitled.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4282588/original/045207500_1672910856-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3017478/original/046853000_1578564285-20200109-Waspadai-Gelombang-Tinggi-dan-Banjir-Rob-IMAM-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5487936/original/087253300_1769684538-Konferensi_pers_OJK-BEI-29_Januari_2026c.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)