Jakarta – Harga emas dunia turun pada perdagangan Selasa, 18 Agustus 2026 (Rabu pagi Jakarta). Koreksi harga emas dunia dipicu lonjakan imbal hasil atau yield obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) ke level tertinggi dalam beberapa dekade. Selain itu, kenaikan harga energi akibat memanasnya ketegangan AS-Iran semakin memicu kekhawatiran inflasi dan menekan harga emas, aset yang tidak memberikan imbal hasil bunga.
Mengutip CNBC, Rabu, (19/8/2026), harga emas di pasar spot turun 0,5% menjadi US$ 4.393,11 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember susut 0,6% menjadi US$ 4.448.
BACA JUGA:Imbal Hasil Obligasi AS Sentuh Level Tertinggi, Harga Minyak Melesat
BACA JUGA:Nilai Obligasi Daerah Jakarta Naik Jadi Rp 5,6 Triliun
Peningkatan kecuraman kurva imbal hasil menjadi hambatan bagi emas. Sementara itu, harga minyak yang lebih kuat juga menjadi faktor penyebab pelemahan hari ini,” ujar Vice President and Senior Metals Strategist Zaner Metals, Peter Grant.
Meskipun terjadi penurunan sementara saat ini, kami tetap optimistis (bullish) terhadap emas dan melihat adanya potensi kenaikan lebih lanjut, meskipun pasar mungkin perlu melewati fase konsolidasi sebelum minat beli kembali muncul, Grant menambahkan.
Biaya pinjaman jangka panjang mulai dari AS hingga Jepang dan Jerman mencapai level tertinggi dalam beberapa dekade, sehingga menekan harga emas yang tidak memberikan imbal hasil, sementara harga minyak mentah tetap berada di zona positif untuk sesi ketiga berturut-turut.
Prospek kesepakatan damai AS-Iran masih menemui jalan buntu setelah Presiden Donald Trump menyatakan Teheran kemungkinan besar tidak akan menerima syarat-syarat yang diperlukan untuk mengakhiri konflik.
Di sisi lain, Iran menegaskan sikap militer yang sepenuhnya ofensif dan menyatakan Selat Hormuz akan tetap ditutup sampai Washington memenuhi ketentuan kesepakatan sementara.

/2026/01/05/1182545391.jpg)
/2025/06/21/1603286281.jpg)
/2026/04/15/588444273.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3601860/original/065983700_1634177953-000_9PJ4CW.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324491/original/040483600_1786709302-email-attachment_2026_08_14_dimaswicaksana_pemerintah-bakal-tertibkan-kopdes-merah-putih-termasuk-yang-ada-di-pegunungan_IMG_20260814_172146_939.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5547796/original/037439600_1775471566-5a30db31-a405-4d32-ac64-4d8bd20e48bc.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3324621/original/092329900_1608026628-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4805342/original/023824600_1713432003-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4674211/original/014291300_1701747020-aleksi-raisa-DCCt1CQT8Os-unsplash.jpg)