Jakarta – Harga emas naik pada hari Selasa (Rabu waktu Jakarta) setelah mencapai titik terendah lebih dari satu bulan pada sesi perdagangan sebelumnya. Harga emas melambung karena investor menilai gencatan senjata di Timur Tengah yang rapuh dan potensi dampak konflik terhadap inflasi dan ekspektasi suku bunga.
Dikutip dari Antara, Rabu (6/5/2026), harga emas naik 0,8% menjadi USD 4.557,56 per ons, setelah menyentuh level terendah sejak 31 Maret 2026 pada hari Senin lalu. Harga emas berjangka AS ditutup lebih tinggi 0,8% ke level USD 4.568,50.
BACA JUGA:OJK: Gerak IHSG Inline dengan LQ45 dan IDX30
BACA JUGA:Harga Emas Perhiasan Hari Ini 30 April 2026: Termahal Sentuh Level Segini
“Kita melihat adanya aksi beli setelah aksi jual besar-besaran baru-baru ini, dan penurunan harga minyak juga memberikan dukungan. Pasar akan terus memperhatikan berita utama, tetapi kita mungkin akan melihat fokus sedikit bergeser ke arah data ekonomi,” kata Analis Pasar American Gold Exchange, Jim Wyckoff.
“Para pelaku pasar emas yang optimistis membutuhkan dorongan fundamental yang signifikan untuk kembali mendapatkan pijakan mereka,” tambahnya.
Uni Emirat Arab mengatakan pihaknya diserang oleh rudal dan drone Iran, sementara Washington mengatakan gencatan senjata yang rapuh tetap berlaku meskipun terjadi baku tembak sehari sebelumnya ketika pasukan AS berupaya membuka paksa Selat Hormuz.
Jalur lalu lintas kapal ini, yang mengangkut sebagian besar pasokan minyak, pupuk, dan komoditas lainnya di dunia, praktis ditutup sejak serangan dimulai pada 28 Februari, sehingga mendorong kenaikan harga di seluruh dunia.
Harga minyak turun pada hari Selasa, tetapi kerugiannya terbatas. Harga energi yang tinggi berisiko memicu inflasi dan menunda siklus pelonggaran kebijakan bank sentral.



/2026/02/02/899006842.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5225908/original/091421100_1747720895-WhatsApp_Image_2025-05-20_at_12.11.08.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5380634/original/015561300_1760428049-AP25286362411092.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5568974/original/068598400_1777422490-1000034042.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5522140/original/044449300_1772718909-7eef455c-f3b2-4a8b-a9e6-6297d80f6724.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562094/original/020205200_1776778989-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-21_April_2026a.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3181748/original/004753900_1594892570-20200716-Rupiah-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5574766/original/017693600_1777977090-IMG_2813__1_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5501244/original/065983200_1770890840-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-12_Februari_2026de.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5496712/original/067203300_1770596625-stasiun_pengisian_kendaraan_listrik_umum__SPKLU_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2172325/original/001382600_1525690405-Investasi-Meningkat_-Ekonomi-Indonesia-Kuartal-1-Tumbuh-5_06_1.jpg)