Jakarta – PT Bank OCBC NISP Tbk memastikan eksposur terhadap kredit valuta asing (valas) tetap terkendali di tengah tekanan nilai tukar rupiah akibat ketidakpastian geopolitik global.
Direktur Bank OCBC NISP, Martin Widjaja, mengatakan dalam beberapa tahun terakhir, tren permintaan kredit valas justru mengalami penurunan seiring meningkatnya preferensi korporasi terhadap pembiayaan dalam rupiah.
BACA JUGA:Kurs Rupiah Ditutup Melemah, Pasar Tunggu Kepastian Gencatan Senjata AS-Iran
BACA JUGA:Volatilitas Rupiah Jadi Tantangan Sekaligus Peluang Bagi Perbankan
“Komposisi kredit valas kita selama 2-3 tahun terakhir sudah banyak penurunan. Karena banyak sekali korporasi yang lebih memilih untuk meminjam dalam bentuk rupiah,” kata Martin dalam Konferensi Pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Paparan Publik, di OCBC Tower, Kamis (9/4/2026).
Ia menjelaskan bahwa pergeseran tersebut membuat portofolio kredit valas perseroan kini lebih terjaga dari risiko volatilitas dolar AS. Meski begitu, perseroan tetap melihat adanya ruang pertumbuhan dari sektor-sektor tertentu.
“Jadi, dari sisi portfolio, exposure terhadap volatilitas USD itu sudah sangat terjaga hari ini,” ujarnya.
Namun demikian, kredit valas tidak sepenuhnya ditinggalkan. Beberapa sektor berbasis ekspor masih membutuhkan pembiayaan dalam mata uang asing, terutama dolar AS, karena pendapatan mereka juga dalam valas.
“Bukan berarti kredit valas tidak akan tumbuh.Ada beberapa sektor yang memang basis income-nya memang untuk ekspor, mereka akan tetap meminjam dalam bentuk USD atau mata uang asing lainnya. Tapi memang USD yang paling banyak,” ujarnya.
Untuk tahun ini, OCBC NISP memperkirakan pertumbuhan kredit valas berada di kisaran high single digit, meskipun masih dalam tahap awal tahun.

/2026/01/28/1419203316.jpg)
/2026/02/08/1636791920.jpg)
/2022/02/23/885391879.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4282588/original/045207500_1672910856-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476090/original/021358800_1768711106-89ca5fc3-1578-4cf0-8176-b43ea2ccde53.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5520901/original/031279000_1772664806-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5137861/original/069279700_1739965706-f606fa8e-0760-495d-b7ab-a14b1eae5495.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5550878/original/068435800_1775710919-Gemini_Generated_Image_39m1m439m1m439m1.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5550464/original/070550700_1775698382-38039b87-fe4d-428a-8980-d1deb1609409.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2439239/original/004031600_1542966203-20181123-Nilai-Tukar-Rupiah-Menguat-Atas-Dolar-Angga2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5551151/original/014052200_1775719526-WhatsApp_Image_2026-04-09_at_13.10.40.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5551448/original/064483400_1775726721-WhatsApp_Image_2026-04-09_at_16.05.45.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5550333/original/023387700_1775653134-PHOTO-2026-04-08-17-09-17.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5550332/original/018252100_1775653118-PHOTO-2026-04-08-17-09-19.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5541737/original/080028800_1774882683-IMG-20260330-WA0101.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5549359/original/003858900_1775617048-IMG-20260408-WA0005.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5337503/original/092769700_1756899849-1001002551.jpg)