Jakarta – Bank Indonesia (BI) berkomitmen untuk terus hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai fundamental. Hal ini di tengah penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan aliran dana yang keluar dari aset portofolio. Sentimen itu mendorong nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tembus 18.000.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea menuturkan, arus keluar dana dari aset portofolio domestik diperkirakan masih berlanjut, di tengah meningkatnya sentimen risk-off global yang mendorong penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan menekan pasar keuangan domestik.
BACA JUGA:Rupiah Tembus 18.000 per Dolar AS, BI Perkuat Intervensi Pasar Valas
BACA JUGA:Utang Luar Negeri RI Agustus 2026 Tembus Rp 8.242 Triliun
Ia menuturkan, secara umum, pergerakan rupiah masih sejalan dengan mata uang kawasan. Rupiah melemah terbatas sebesar 0,28% secara quarter-to-date (QTD). Cadangan devisa juga tetap terjaga sebesar US$ 146,3 miliar pada akhir September 2026.
“Bank Indonesia berkomitmen untuk terus hadir di pasar guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai fundamentalnya dan memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik. Intervensi terus dilakukan secara konsisten melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder,” kata dia, mengutip keterangan resmi, Jumat (16/10/2026).
Bank Indonesia juga menjaga kecukupan likuiditas dan mengelola struktur suku bunga di pasar uang, serta terus berkoordinasi dan berkomunikasi secara intensif dengan korporasi, pelaku pasar, dan pihak terkait lainnya.
/2019/08/05/1615535358.jpg)
/2026/06/04/605781479.jpg)
/2025/03/02/139327218.jpg)
/2026/05/21/1815365879.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374958/original/025537400_1792116181-51bfa414-ee9c-4a3d-9798-756fdfa90301.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371919/original/008702900_1791854435-000_D2Z484J.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371761/original/067679800_1791804950-AP26285357585394.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975025/original/099793100_1648205102-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192689/original/010053900_1595929323-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-4.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1937644/original/001119200_1519626925-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313338/original/051092900_1785634551-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_35_29_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5119143/original/000941200_1738566772-XRP_illustration_alternative.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)