Jakarta – Harga emas sedikit melemah pada Rabu, (23/9/2026). Koreksi harga emas dunia ini terjadi karena investor mempertimbangkan kemungkinan bank sentral utama akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dalam upaya meredam inflasi yang bertahan tinggi. Lalu bagaimana harga emas 24 karat di Antam, Pegadaian dan PT Hartadinata Abadi Tbk pada Rabu pekan ini?
Mengutip CNBC, Rabu pekan ini, harga emas spot turun 0,2% menjadi US$ 4.345,99 per ons pada pukul 01.47 GMT. Kontrak berjangka emas untuk pengiriman Desember naik 0,2% menjadi US$ 4.382,70.
BACA JUGA:Bank Sentral Eropa Meluncurkan Pontes untuk Rampungkan Transaksi Blockchain
BACA JUGA:Harga Minyak dan Suku Bunga The Fed Jadi Sorotan Pekan Ini
BACA JUGA:Suku Bunga The Fed Naik, Ini Dampak ke Indonesia
BACA JUGA:10 Bank Sentral dengan Cadangan Emas Terbesar di Dunia
BACA JUGA:Di Balik Alasan Negara Eropa Ramai-ramai Pindahkan Cadangan Emas
Di sisi lain, nilai tukar dolar AS stabil di dekat level terkuatnya dalam dua bulan terakhir. Dolar AS yang lebih kuat membuat emas yang diperdagangkan dalam mata uang itu menjadi lebih mahal bagi pembeli dari luar negeri.
“Volalitilias jangka pendek pada harga emas sangat bergantung pada pergerakan harga minyak dan perkembangan situasi di Timur Tengah. Namun, faktor pendorong struktural jangka panjang bagie mas masih sangat kuat,” ujar Analis Pasar Keuangan Capital.com, Kyle Rodda.
Emas meski sering dianggap sebagai sarana lindung nilai terhadap inflasi, daya tariknya cenderung berkurang ketika suku bunga tinggi meningkatkan imbal hasil investasi yang memberikan bunga.
Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa ia bisa menghancurkan Iran jika tidak ada kesepakatan untuk mengakhiri perang, namun juga mengisyaratkan bahwa kesepakatan mungkin akan segera tercapai di tengah upaya diplomatik yang sedang berlangsung di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Presiden Federal Reserve Boston, Susan Collins, menulis dalam sebuah unggahan di LinkedIn kalau mendukung keputusan bank sentral AS pekan lalu untuk menaikkan suku bunga guna mengantisipasi risiko inflasi di masa depan yang mungkin melampaui target 2%.
Collins, yang tahun ini bukan merupakan anggota dengan hak suara dalam Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), badan penentu suku bunga The Fed tidak menyatakan apakah ia menginginkan kenaikan suku bunga lebih lanjut.
/2025/05/26/1577929556.jpg)
/2026/05/07/612874713.jpg)
/2026/05/31/1057979073.jpg)
/2026/06/01/2110586163.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4805339/original/033825900_1713432001-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_1.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354438/original/007347500_1790051775-email-attachment_2026_09_22_immanuel-christian_lbea-cukai-tindak-impor-ilegal-beras-dan-garam-serta-balpres-senilai-rp27-miliar_IMG_7239.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354433/original/099424600_1790051727-email-attachment_2026_09_22_immanuel-christian_lbea-cukai-tindak-impor-ilegal-beras-dan-garam-serta-balpres-senilai-rp27-miliar_IMG_7249.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3324621/original/092329900_1608026628-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4881567/original/061423100_1719967228-fotor-ai-2024070373734.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4943099/original/079227300_1726137608-20240912-Harga_Emas-ANg_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313336/original/086824700_1785634470-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_33_41_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)