Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan, ruang penurunan suku bunga acuan atau BI Rate semakin menyempit. Hal ini merespons terhadal dampak perang Amerika Serikat (AS) – Israel dan Iran terhadap ekonomi global dan Tanah Air.
Dia menjelaskan, eskalasi perang yang terjadi di Timur Tengah mengharuskan bank sentral untuk menyesuaikan berbagai kebijakan. Termasuk melakukan kalibrasi ulang.Â
BACA JUGA:BI Guyur Rp 427,1 Triliun Insentif Kredit Program MBG hingga Kopdes Merah Putih
BACA JUGA:Cadangan Devisa Indonesia Turun Menjadi USD 148,2 Miliar pada Akhir Maret 2026, Ini Pemicunya
BACA JUGA:Rupiah Tembus 17.105 per USD, Bank Indonesia Bilang Begini
Mengenai suku bunga, meskipun BI Rate kami pertahankan 4,75%, nampaknya ke depan untuk ruang penurunannya kemungkinan semakin lama, semakin tertutup dan kami juga harus kemudian menyikapinya untuk menggunakan untuk stabilitas, kata Perry saat Rapat Kerja dengan Komisi XI, di Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Untuk itu, kata dia, pada 2026, BI mulai akan menaikkan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Tujuannya untuk melakukan stabilitas nilai tukar rupiah, intervensi, dan mengatur arus keluar (outflow).
SRBI yang tahun lalu kami mampu kita turunkan secara cepat. Ini memang harus kita lakukan rekalibrasi supaya memang menarik inflow tapi tetap kecukupan likuiditas perbankan kita jaga M0-nya tetap nanti kami sampaikan sebagaimana grafik kanan bawah tetap double digit bahkan 13,3% kami jaga supaya kecukupan likuiditas itu tercapai, tuturnya.
Selain itu, BI juga telah membeli Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp 90,05 triliun sejak awal 2026 dari pasar sekunder. Beberapa hal tersebut menjadi langkah rekalibrasi yang dilakukan BI untuk mendukung stabilitas.

/2024/01/22/1676824659.jpg)
/2026/01/28/1419203316.jpg)
/2025/04/03/1366764008.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3337095/original/079976700_1609328703-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476090/original/021358800_1768711106-89ca5fc3-1578-4cf0-8176-b43ea2ccde53.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5520901/original/031279000_1772664806-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5137861/original/069279700_1739965706-f606fa8e-0760-495d-b7ab-a14b1eae5495.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4762786/original/080700200_1709635134-20240305-Pelaporan_SPT-ANG_4.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3043549/original/097902000_1580992201-20200206-Penggunaan-Kantong-Plastik-Masih-Marak-di-Pasar-Tebet-IQBAL-9.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5426614/original/039429500_1764311842-Mentan_Amran.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5540727/original/075070000_1774789628-Chief_Operating_Officer__COO__Danantara__Dony_Oskaria-29_Maret_2026b.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5549113/original/046291100_1775567089-5a8bebdd-a7a0-4d2c-8622-bdd424b7e039.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5541443/original/019109500_1774863184-Menteri_Pertanian__Mentan__Andi_Amran_Sulaiman-30_Maret_2026a.jpeg)