Jakarta – PT Bank Raya Indonesia Tbk menilai kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate mendorong industri perbankan untuk memperkuat strategi pendanaan. Langkah ini penting agar perseroan tetap mampu menjaga performa kinerja bisnis di tengah ketatnya dinamika pasar keuangan.
Direktur Bisnis Bank Raya, Kicky Andrie Davetra, mengatakan bahwa penguatan komposisi dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) menjadi salah satu langkah krusial dalam mengantisipasi perubahan arah suku bunga ke depan.
BACA JUGA:Jurus Bank Raya Gaet Lebih Banyak Nasabah Baru
BACA JUGA:Bank Raya Catat Laba Bersih Rp 6,79 Miliar Kuartal I 2026
BACA JUGA:Gaya Hidup Halal Kian Diminati, Transaksi Kartu Kredit Syariah Melonjak
“Terkait dengan kenaikan suku bunga ataupun BI Rate, rasanya kami juga terus melakukan upaya antisipasi terhadap ini. Dan kalau kita lihat, tren secara struktur CASA kami sampai dengan kuartal I-2026 ini sudah menunjukkan tren yang cukup baik. Tentunya ini akan menjadi modal buat kami dalam menyikapi perkembangan suku bunga ke depan,” kata Kicky dalam Konferensi Pers Public Expose Bank Raya, Selasa (9/6/2026).
Struktur pendanaan Bank Raya hingga kuartal I-2026 menunjukkan perkembangan yang positif, terutama dari sisi pertumbuhan CASA. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi Bank Raya untuk tetap menjaga efisiensi biaya dana (cost of fund) sekaligus memperkuat daya saing di pasar.




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4282581/original/072799000_1672910732-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8011154/original/013585800_1780850911-IMG-20260607-027.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2752322/original/006653200_1552644717-20190314-Hiruk-Pikuk-Petani-Gorontalo-Sambut-Musim-Panen3.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8067924/original/082139500_1780912668-Foto3.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2849790/original/043609100_1562754392-20190710-Rupiah-Stagnan-Terhadap-Dolar-AS3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3000972/original/026902200_1576748930-20191219-BI-Pertahankan-Suku-Bunga-Acuan-di-5-Persen-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2889634/original/024713600_1566465083-20190822-BI-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4875742/original/093303000_1719401842-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5128632/original/6000_1739254916-DALL__E_2025-02-11_13.21.11_-_A_futuristic_and_dynamic_digital_illustration_of_a_Shiba_Inu_dog_as_a_cryptocurrency_meme_token._The_Shiba_Inu_has_a_confident_and_playful_expression_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302027/original/031341800_1753970046-Gemini_Generated_Image_8k5rmv8k5rmv8k5r.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1937629/original/026426200_1519626771-1.jpg)