Jakarta – Bank Indonesia (BI) memperkuat kebijakan likuiditas untuk menjaga stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi setelah uang primer atau M0 tumbuh 18,3% secara tahunan pada Juli 2026.
Pertumbuhan M0 tersebut menunjukkan likuiditas perekonomian tetap terjaga melalui kebijakan operasi moneter BI dan ekspansi operasi keuangan pemerintah. BI juga mencatat uang beredar dalam arti luas atau M2 tumbuh 8,7% yoy pada periode yang sama.
BACA JUGA:Rupiah Menguat ke 17.840 per Dolar AS Usai BI Rate Tetap 5,75%
BACA JUGA:BI Proyeksi Ekonomi Global Hanya Tumbuh 3%, Tekanan Inflasi Masih Tinggi
Bank Indonesia akan terus memperkuat kebijakan untuk menjaga kecukupan likuiditas pasar uang, perbankan, dan perekonomian yang konsisten dengan pencapaian sasaran inflasi,” kata Pjs. Gubernur BI Destry Damayanti dalam konferensi pers RDG BI yang disiarkan daring, Rabu (19/8/2026).
BI mencatat pertumbuhan M0 terutama berasal dari giro bank umum di BI yang tumbuh 22,4% yoy dan uang kartal yang tumbuh 15,1% yoy. BI mengatakan operasi moneter dan ekspansi operasi keuangan pemerintah menjadi faktor utama yang memengaruhi pertumbuhan M0.
Sementara itu, pertumbuhan M2 terutama dipengaruhi penyaluran kredit perbankan dan peningkatan tagihan bersih kepada pemerintah pusat. Kondisi tersebut menunjukkan transmisi likuiditas ke perekonomian tetap berjalan melalui sektor perbankan dan kebijakan fiskal.
“Berbagai upaya penguatan untuk menjaga kecukupan likuiditas pasar uang, perbankan, dan perekonomian akan terus ditempuh sehingga dapat menjaga stabilitas dan turut mendukung pertumbuhan ekonomi,” ujar Destry.
BI akan terus mengelola kecukupan likuiditas dengan mempertimbangkan sasaran inflasi dan stabilitas makroekonomi. Kebijakan tersebut juga diarahkan untuk memastikan ketersediaan likuiditas yang mendukung aktivitas kredit dan pertumbuhan ekonomi nasional.

/2026/01/05/1182545391.jpg)
/2025/06/21/1603286281.jpg)
/2026/04/15/588444273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327790/original/008146800_1787124368-IMG_6543.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326270/original/008113900_1786971809-14f2c34c-b94a-4d4f-84fc-0eece34034e5.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3291090/original/060643400_1604902998-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3635821/original/073450800_1637147620-20211117-garuda-tutup-97-rute-penerbangan-Selama-Proses-restrukturisasi-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4881569/original/094570800_1719967258-fotor-ai-2024070373820.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310805/original/018959900_1785371554-Gemini_Generated_Image_skzpy7skzpy7skzp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3324621/original/092329900_1608026628-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4805342/original/023824600_1713432003-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4674211/original/014291300_1701747020-aleksi-raisa-DCCt1CQT8Os-unsplash.jpg)