Jakarta – Pemerintah terus berupaya meningkatkan produksi minyak nasional demi menekan ketergantungan pada pasokan impor. Langkah strategis ini disiapkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) guna merespons tingginya harga minyak dunia, yang mana harga minyak mentah Brent sempat menembus US$ 108 per barel pada awal pekan ini.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menegaskan pentingnya memaksimalkan potensi energi dari dalam negeri. Jadi kita melihat, karena sebagian besar energi minyak kita masih impor dari luar, tentu kita harus melihat sumber dalam negeri bagaimana meningkatkan produksinya, ujar Yuliot saat ditemui di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Selasa (29/9/2026).
BACA JUGA:Mantan Pejabat Terseret Korupsi Nikel, ESDM Buka Suara
BACA JUGA:Pemerintah Siapkan Teknologi Pengolahan Batu Bara Jadi Bensin
BACA JUGA:Minyak Dunia Melonjak, ESDM Beri Sinyal Penyesuaian Harga BBM Non-Subsidi
Menurut Yuliot, pemerintah telah mendata sejumlah lapangan minyak potensial, termasuk lapangan berskala kecil dengan volume produksi sekitar 2.500 hingga 3.000 barel per hari. Sederet potensi eksplorasi dan eksploitasi tersebut bakal dikebut mulai tahun depan.
Potensi dari eksplorasi dan eksploitasi ini akan kita genjot pada 2027 dan 2028, sehingga target kita di atas 1 juta barel itu bisa tercapai, terangnya.
Tak hanya mengandalkan proyek pemerintah, kemudahan izin dan regulasi juga disiapkan bagi para pelaku usaha di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas). Kita juga akan memberikan kemudahan-kemudahan, agar target produksi tersebut bisa tercapai, tambah Yuliot.
/2023/08/22/326576934.jpg)
/2023/12/26/1234811319.jpg)
/2026/06/06/1608187196.jpg)
/2026/01/15/1042841261.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5565166/original/040502800_1777013804-1000298601.jpg)








:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349515/original/027309100_1789531590-Gemini_Generated_Image_eq0tzleq0tzleq0t.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7260736/original/000929900_1780047003-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192686/original/018507100_1595929321-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172726/original/046657700_1594117380-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5332650/original/077346000_1756525484-Gemini_Generated_Image_j4ny4uj4ny4uj4ny.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4983416/original/027398600_1730112255-fotor-ai-20241028174236.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5552282/original/064528400_1775805353-Gemini_Generated_Image_ugntt4ugntt4ugnt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4674211/original/014291300_1701747020-aleksi-raisa-DCCt1CQT8Os-unsplash.jpg)