Jakarta – Bank Indonesia (BI) telah mengucurkan insentif kredit sebesar Rp 427,1 triliun per Maret 2026. Dana ini digunakan sebagai insentif bunga kredit bagi program prioritas pemerintah. Gubernur BI, Perry Warjiyo menuturkan, kucuran dana itu diarahkan untuk mendorong kredit. Selain itu, digunakan untuk menurunkan suku bunga kredit UMKM.
Sampai dengan Maret (2026) kami sudah memberikan Rp 427,1 triliun insentif likuiditas untuk mendorong kredit dan kami juga mulai insentifnya tidak hanya mendorong kredit tapi juga penurunan suku bunga, ungkap Perry dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR, di Jakarta, Rabu (8/4/2026).
BACA JUGA:Bos BI Sebut Ruang Penurunan Suku Bunga Menyempit
BACA JUGA:Cadangan Devisa Indonesia Turun Menjadi USD 148,2 Miliar pada Akhir Maret 2026, Ini Pemicunya
BACA JUGA:Rupiah Tembus 17.105 per USD, Bank Indonesia Bilang Begini
Dia menerangkan, kreditnya diarahkan pada program prioritas pemerintah sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Termasuk sektor pertanian, pengolahan, dan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain itu, turut juga menyasar kredit ke sektor 3 juta rumah, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), serta hilirisasi, swasembada pangan dan renovasi sekolah.
Sektor-sektor itu itu memang kami masukkan kami fokuskan ke sana supaya insentif KLM (Kebijakan Insentif Likuiditas Makropudensial) itu bisa lebih efektif untuk mendorong program-program prioritas sesuai Asta Cita-nya pemerintah, tegas dia.
Sebaran Insentif
Perry menjelaskan lagi, insentif itu diberikan kepada bank-bank BUMN dalam ekosistem Himpunan Bank Negara (Himbara). Lalu, bank swasta nasional juga mendapatkan alokaso tersebut. Tak hanya itu, BI juga mengucurkan insentif bagi Bank Pembangunan Daerah (BPD).
Bank BUMN menerima KLM insentif likuiditas Rp 225,6 triliun. sementara bank umum swasta Rp 165,8 triliun, tutur dia.

/2024/01/22/1676824659.jpg)
/2026/01/28/1419203316.jpg)
/2025/04/03/1366764008.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5550287/original/089803300_1775647168-Gubernur_Bank_Indonesia__BI__Perry_Warjiyo-8_April_2026a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476090/original/021358800_1768711106-89ca5fc3-1578-4cf0-8176-b43ea2ccde53.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5520901/original/031279000_1772664806-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5137861/original/069279700_1739965706-f606fa8e-0760-495d-b7ab-a14b1eae5495.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4762786/original/080700200_1709635134-20240305-Pelaporan_SPT-ANG_4.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3043549/original/097902000_1580992201-20200206-Penggunaan-Kantong-Plastik-Masih-Marak-di-Pasar-Tebet-IQBAL-9.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5426614/original/039429500_1764311842-Mentan_Amran.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5540727/original/075070000_1774789628-Chief_Operating_Officer__COO__Danantara__Dony_Oskaria-29_Maret_2026b.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5549113/original/046291100_1775567089-5a8bebdd-a7a0-4d2c-8622-bdd424b7e039.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5541443/original/019109500_1774863184-Menteri_Pertanian__Mentan__Andi_Amran_Sulaiman-30_Maret_2026a.jpeg)