Jakarta – Akses pendanaan bagi petani nilam di Aceh mulai terbuka, meski komoditas ini selama ini kerap dipersepsikan berisiko tinggi. Bank Perekonomian Rakyat Syariah(BPRS) Mustaqim menilai, dengan pendekatan langsung ke lapangan serta perhitungan risiko yang matang, pembiayaan sektor nilam tetap dapat dijalankan secara berkelanjutan.
Direktur Operasional BPRS Mustaqim, Syahrul Effendi, mengatakan sejak 2024 pihaknya mulai menyalurkan pembiayaan kepada petani nilam di sejumlah wilayah potensial, seperti Lhoong, Calang (Aceh Jaya), dan Lamteubah. Pembiayaan tersebut diberikan melalui skema kelompok maupun individu.
BACA JUGA:BPRS Dorong Digitalisasi Pendanaan Petani Nilam Aceh, Jemput Bola Jadi Jembatan Transisi
BACA JUGA:Pengamat: Regulasi Tar dan Nikotin Perlu Pertimbangkan Karakteristik Industri Tembakau
“Selama ini nilam dianggap high risk karena ada potensi gagal panen dan harga yang fluktuatif. Tapi setelah kami turun langsung, risikonya masih bisa dihitung,” ujar Syahrul saat ditemui di kantornya, Rabu (25/2/2026).
Ia menjelaskan, harga nilam sempat turun tajam dari Rp1,8 juta per kilogram menjadi Rp 800 ribu. Dengan masa panen sekitar delapan bulan, kondisi ini kerap membuat petani kesulitan mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan formal.
Melalui skema pembiayaan mikro, BPRS Mustaqim memberikan kemudahan akses modal. Sebagian besar petani meminjam dana antara Rp 20 juta hingga Rp 200 juta untuk kebutuhan operasional dan pembelian bibit. Namun, terdapat pula petani berskala lebih besar yang mengajukan pembiayaan hingga Rp 500 juta–Rp 600 juta untuk pengadaan alat serta pengelolaan lahan hingga 20 hektare.
/2023/08/22/326576934.jpg)
/2025/05/07/1326608290.jpg)
/2025/12/08/659294977.jpg)
/2025/12/29/511986178.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5513515/original/013192300_1772018148-1000244921.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1043411/original/005540900_1446622303-20151104-OJK-AY-4.jpg)


/2025/07/04/848925343.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5514161/original/038103600_1772082342-Direktur_Utama_BRI_Hery__Gunardi-26_februari_2026.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4375853/original/035596900_1680074819-Warga_mulai_berburu_penukaran_uang_baru-ANGGA_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4777602/original/096775800_1710842270-20240319-Penukaran_Uang-HER_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4805341/original/055600100_1713432002-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172732/original/048313800_1594117392-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186928/original/035658900_1744629096-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5372841/original/076901200_1759800689-perak.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976574/original/043353600_1441279137-harga-emas-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5514734/original/091258300_1772103350-Warteg_Gratis_Alfamart.jpg)