Jakarta – Bank Indonesia (BI) diprediksi menahan suku bunga acuan atau BI Rate 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur BI (RDG BI) yang berlangsung pada 18-19 Agustus 2026.
“Perkiraan kami BI Rate berpotensi ditahan di level 5,75% mengingat nilai tukar rupiah yang stabil dan cenderung menguat dari 18.000 ke kisaran 17.860,” ujar Ekonom Bank Danamon, Hosianna Evalita Situmorang saat dihubungi Rabu (19/8/2026).
BACA JUGA:Rupiah Menguat ke 17.840 per Dolar AS Usai BI Rate Tetap 5,75%
BACA JUGA:BI Proyeksi Ekonomi Global Hanya Tumbuh 3%, Tekanan Inflasi Masih Tinggi
BACA JUGA:Transaksi QRIS Tumbuh 82,42%, 2 Faktor Ini Jadi Penopang
Ia menuturkan, arah kebijakan BI ini akan terus menyesuaikan dengan langkah The Federal Reserve (the Fed) atau bank sentral Amerika Serikat (AS) yang diproyeksikan masih akan menaikkan suku bunga setidaknya satu kali lagi pada sisa tahun ini sehingga rilis hasil RDG sore ini dan FOMC minutes nanti malam sangat dinantikan oleh pasar.
“Di sisi lain, arah ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan Selat Hormuz yang masih belum jelas membuat harga minyak global tetap tinggi, sehingga mendorong investor untuk bersikap wait and see di tengah naiknya yield obligasi AS untuk tenor panjang,” ujar Hosianna.
Meskipun demikian, karena sudah mulai terlihat adanya aliran dana (inflow) investor asing ke pasar domestik, pihaknya memprediksi pergerakan nilai tukar rupiah akan tetap terkendali di rentang 17.700 hingga 18.000.
Mengutip Antara, Analis Bank Woori Saudara Rully Nova memprediksi, BI menahan suku bunga acuan di 5,75%, tetapi akan lebih aktif di pasar valas dan obligasi.
Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) yang juga memprediksi BI Rate bertahan di level 5,75%.
“BI dinilai masih memiliki ruang untuk menahan BI-Rate seiring dengan meredanya tekanan eksternal secara temporer akibat tensi geopolitik di Timur Tengah yang relatif terkendali dalam beberapa pekan terakhir,” demikian seperti dikutip dari Antara.

/2026/01/05/1182545391.jpg)
/2025/06/21/1603286281.jpg)
/2026/04/15/588444273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325782/original/051302200_1786936244-email-attachment_2026_08_17_ariefhakim-at-klyid_dua-kebijakan-baru-bi-pedagang-bebas-potongan-transaksi-qris-diperluas-kartu-kredit-indonesia-mulai-jalan_1000411182.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326270/original/008113900_1786971809-14f2c34c-b94a-4d4f-84fc-0eece34034e5.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3291090/original/060643400_1604902998-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3635821/original/073450800_1637147620-20211117-garuda-tutup-97-rute-penerbangan-Selama-Proses-restrukturisasi-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4881569/original/094570800_1719967258-fotor-ai-2024070373820.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310805/original/018959900_1785371554-Gemini_Generated_Image_skzpy7skzpy7skzp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3324621/original/092329900_1608026628-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4805342/original/023824600_1713432003-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4674211/original/014291300_1701747020-aleksi-raisa-DCCt1CQT8Os-unsplash.jpg)