• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Jumat, April 10, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Prospek Industri Hotel 2026 Tertekan, PHRI Wanti-Wanti Risiko Okupansi Turun

    Prospek Industri Hotel 2026 Tertekan, PHRI Wanti-Wanti Risiko Okupansi Turun

    Izin Tambang Martabe: ESDM Belum Cabut, Ini Kata Bahlil!

    Izin Tambang Martabe: ESDM Belum Cabut, Ini Kata Bahlil!

    Dunia Usaha Blak-Blakan Hasil Pertemuan dengan Prabowo

    Dunia Usaha Blak-Blakan Hasil Pertemuan dengan Prabowo

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Prospek Industri Hotel 2026 Tertekan, PHRI Wanti-Wanti Risiko Okupansi Turun

    Prospek Industri Hotel 2026 Tertekan, PHRI Wanti-Wanti Risiko Okupansi Turun

    Izin Tambang Martabe: ESDM Belum Cabut, Ini Kata Bahlil!

    Izin Tambang Martabe: ESDM Belum Cabut, Ini Kata Bahlil!

    Dunia Usaha Blak-Blakan Hasil Pertemuan dengan Prabowo

    Dunia Usaha Blak-Blakan Hasil Pertemuan dengan Prabowo

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » INVESTASI » Ini Penyebab Tren Bank Prioritaskan Kredit Korporasi Ketimbang UMKM

Ini Penyebab Tren Bank Prioritaskan Kredit Korporasi Ketimbang UMKM

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2024-09-19
0

Ini Penyebab Tren Bank Prioritaskan Kredit Korporasi Ketimbang UMKM

wmhg.org, JAKARTA — Sejumlah bank mulai mengubah strategi penyaluran dananya dengan memprioritaskan kredit korporasi ketimbang kredit untuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam beberapa bulan ke belakang.

Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah menjelaskan bahwa secara umum, industri perbankan saat ini tengah menahan penyaluran kredit imbas risiko yang terbilang tinggi. Hal ini bersamaan dengan terbukanya peluang penempatan dana pada instrumen lain yang dinilai lebih menguntungkan.

Bank-bank dengan cost of fund pada kisaran 2%—3% bisa menempatkan dananya ke instrumen SBN [surat berharga negara] maupun instrumen SRBI [sekuritas rupiah Bank Indonesia]. Itu mereka sudah mendapatkan margin pada kisaran 3%—5%, katanya kepada Bisnismelalui sambungan telepon, Senin (9/9/2024).

Dia berpendapat bahwa kondisi itu menempatkan bank pada situasi bebas risiko. Situasi ini bertolak belakang dengan risiko yang ada pada penyaluran kredit, lebih lagi kepada sektor UMKM.

Lebih lanjut, terkait peningkatan kredit korporasi, Piter mengidentifikasi bahwa hal ini juga banyak didorong oleh kebutuhan perusahaan dalam melunasi obligasi atau surat utang. Akibatnya, porsi untuk sektor produktif menjadi berkurang.

Jadi secara keseluruhan sekarang ini walaupun pertumbuhan kredit kepada korporasi meningkat, sebenarnya pembiayaan bank untuk kegiatan investasi dan lainnya itu menurun, sambungnya.

Baca Juga

  • OJK: Bank Sudah Punya Sistem Deteksi Rekening Judi Online
  • Adopsi AI Berpotensi Tingkatkan Pendapatan Bank Swasta, BPD, hingga Pinjol
  • PPh UMKM 0,5% Berakhir Tahun Ini, Akan Diperpanjang Sri Mulyani?

Dengan demikian, dia memaparkan bahwa pelambatan pertumbuhan kredit termasuk di sektor produktif akan berdampak pula terhadap pelambatan pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini dapat dilihat dari berbagai aspek, seperti penurunan impor barang modal hingga turunnya impor bahan baku.

Piter kemudian memperkirakan bahwa strategi bank dalam menahan penyaluran kredit dapat berlanjut apabila tak terdapat perubahan kondisi, dalam hal ini kebijakan moneter oleh Bank Indonesia (BI).

Kalau bagi BI hal ini menunjukkan pertumbuhan ekonominya sudah terganggu, sementara di sisi lain inflasi dan nilai tukar masih terjaga, kemungkinan besar BI akan melakukan koreksi dengan menurunkan suku bunga, mengurangi kontraksi moneter, mengurangi penerbitan SRBI-nya. Itu akan berdampak kepada penyaluran kredit perbankan, pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah bank besar kian melirik potensi pertumbuhan kredit di segmen korporasi demi menjaga kualitas kredit, utamanya saat terjadi pemburukan kualitas aset segmen UMKM.

Kredit Bank-Bank Raksasa

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), misalnya, tak menampik fakta bahwa segmen UMKM tengah mengalami pelemahan. Sebagai catatan, BRI menjadi bank dengan yang paling banyak menyalurkan kredit ke segmen UMKM, dengan persentase 81,96% dari total penyaluran kredit sebesar Rp1,336,78 triliun per semester I/2024.

Namun demikian, komposisi kredit mikro BRI mencatatkan penyusutan porsi menjadi 46,6% dari total kredit per semester I/2024, lebih sedikit dari angka 48,1% pada periode sama tahun sebelumnya. Penyusutan juga terjadi pada porsi segmen kreditsmallalias kecil dari 18,9% menjadi 17,4%. Sementara itu, kredit dengan segmen medium mencatatkan peningkatan porsi ke level 3,1% dari 2,6%.

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan bahwa manajemen tengah berfokus pada kebijakan penagihan dan memprioritaskan kualitas aset.

Dan itulah yang kemudian kita tangani dengan tumbuh selektif, risk acceptancekriteria kita perbaiki, pertajam dan perketat. Lalu, yang sudah tidak bisa diselamatkan, kemudian kita hapus buku, dan kemudian kita tagih menjadirecovery, ucapnya dalam Public Expose Live beberapa waktu lalu.

Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) mencatatkan bahwa kredit korporasi menjadi segmen yang berkontribusi besar, mencapai 55,45% atau sebesar Rp403,1 triliun dari total kredit yang dimiliki BNI yakni Rp727 triliun.

Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini menjelaskan bahwa meskipun kualitas segmen korporasi tetap terjaga, pihaknya menghadapi kesulitan dalam segmen usaha kecil menengah. Sebagai catatan, BNI menyalurkan kredit ke segmen UKM sebesar Rp80 triliun per Juni 2024, turun 11,2% (year-on-year/YoY) dari periode tahun lalu sebesar Rp90,1 triliun.

Di segmen korporasi sudah relatif full recover, akan tetapi yang masih menjadi concern kami adalah SME [small medium enterprises atau UMKM], di mana kita lihat secara industri segmen ini mengalami kesulitan atau mendapat issue dari kualitas aset,” ujarnya.

Senada, Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) Darmawan Junaidi juga melaporkan penyaluran kredit ke segmen korporasi menjadi kontributor terbesar dalam penyaluran kredit, dengan pertumbuhan 29,7% (YoY) atau senilai Rp561 triliun di tengah demandyang baik pada segmen ini.

Dari sisi growth strategy, kami tetap melanjutkan strategi yang telah dilakukan, yaitu fokus untuk meningkatkan dominasi di bisnis nasabah prinsipal atau wholesale agar menghasilkan portofolio yang lebih berkualitas, ujarnya dalam Paparan Kinerja Semester I/2024 lalu.

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
OJK Proyeksikan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) Tetap Tumbuh pada Kuartal III/2024

OJK Proyeksikan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) Tetap Tumbuh pada Kuartal III/2024

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
BRI Dorong UMKM Naik Kelas, Kebab Endul Tumbuh Berkelanjutan lewat Inovasi Zero Waste dan Digitalisasi

BRI Dorong UMKM Naik Kelas, Kebab Endul Tumbuh Berkelanjutan lewat Inovasi Zero Waste dan Digitalisasi

2026-01-19
Harga Minyak Dunia Tersungkur Usai Trump Umumkan Gencatan Senjata 2 Pekan

Harga Minyak Dunia Tersungkur Usai Trump Umumkan Gencatan Senjata 2 Pekan

2026-04-09
Plus Minus Efek Megawati Instruksikan Kepala Daerah dari PDIP Tak Ikut Retret ke Ekonomi

Plus Minus Efek Megawati Instruksikan Kepala Daerah dari PDIP Tak Ikut Retret ke Ekonomi

2025-02-22
Bayar Pajak Daerah di Jakarta Kini Lebih Mudah lewat Beragam Channel Pembayaran

Bayar Pajak Daerah di Jakarta Kini Lebih Mudah lewat Beragam Channel Pembayaran

2026-04-09
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Plastik Naik, Pengeluaran Pedagang Pasar Melonjak 20%

Harga Plastik Naik, Pengeluaran Pedagang Pasar Melonjak 20%

2026-04-09
Pemda Diminta Bersiap Hadapi Kemarau Ekstrem Mulai April 2026

Pemda Diminta Bersiap Hadapi Kemarau Ekstrem Mulai April 2026

2026-04-09
15 BUMN Logistik Bakal Digabung Jadi Satu Entitas, Target Selesai Sebulan

15 BUMN Logistik Bakal Digabung Jadi Satu Entitas, Target Selesai Sebulan

2026-04-09
Berawal dari Dapur Rumahan, Usaha Kue Yulianti di Lampung Tumbuh dan Kebanjiran Pesanan

Berawal dari Dapur Rumahan, Usaha Kue Yulianti di Lampung Tumbuh dan Kebanjiran Pesanan

2026-04-09

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Harga Plastik Naik, Pengeluaran Pedagang Pasar Melonjak 20%

Harga Plastik Naik, Pengeluaran Pedagang Pasar Melonjak 20%

2026-04-09
0
Pemda Diminta Bersiap Hadapi Kemarau Ekstrem Mulai April 2026

Pemda Diminta Bersiap Hadapi Kemarau Ekstrem Mulai April 2026

2026-04-09
0
15 BUMN Logistik Bakal Digabung Jadi Satu Entitas, Target Selesai Sebulan

15 BUMN Logistik Bakal Digabung Jadi Satu Entitas, Target Selesai Sebulan

2026-04-09
0
Berawal dari Dapur Rumahan, Usaha Kue Yulianti di Lampung Tumbuh dan Kebanjiran Pesanan

Berawal dari Dapur Rumahan, Usaha Kue Yulianti di Lampung Tumbuh dan Kebanjiran Pesanan

2026-04-09
0
Antisipasi El Nino, Pengawasan Harga Pangan Diperketat

Antisipasi El Nino, Pengawasan Harga Pangan Diperketat

2026-04-09
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Harga Plastik Naik, Pengeluaran Pedagang Pasar Melonjak 20%

Harga Plastik Naik, Pengeluaran Pedagang Pasar Melonjak 20%

2026-04-09
Pemda Diminta Bersiap Hadapi Kemarau Ekstrem Mulai April 2026

Pemda Diminta Bersiap Hadapi Kemarau Ekstrem Mulai April 2026

2026-04-09

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.