• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Rabu, September 30, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Pengusaha Masih Wait and See soal Ekspor SDA Lewat DSI, Ini Alasannya

    Pengusaha Masih Wait and See soal Ekspor SDA Lewat DSI, Ini Alasannya

    MHU Dorong Pembangunan Berkelanjutan

    MHU Dorong Pembangunan Berkelanjutan

    Di Saat Rupiah Loyo, Panca Residence Ciracas Tetap Optimistis Bidik Pasar Milenial

    Di Saat Rupiah Loyo, Panca Residence Ciracas Tetap Optimistis Bidik Pasar Milenial

    Pelemahan Rupiah Mulai Picu Kenaikan Harga Produk di Industri Ritel

    Pelemahan Rupiah Mulai Picu Kenaikan Harga Produk di Industri Ritel

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Pengusaha Masih Wait and See soal Ekspor SDA Lewat DSI, Ini Alasannya

    Pengusaha Masih Wait and See soal Ekspor SDA Lewat DSI, Ini Alasannya

    MHU Dorong Pembangunan Berkelanjutan

    MHU Dorong Pembangunan Berkelanjutan

    Di Saat Rupiah Loyo, Panca Residence Ciracas Tetap Optimistis Bidik Pasar Milenial

    Di Saat Rupiah Loyo, Panca Residence Ciracas Tetap Optimistis Bidik Pasar Milenial

    Pelemahan Rupiah Mulai Picu Kenaikan Harga Produk di Industri Ritel

    Pelemahan Rupiah Mulai Picu Kenaikan Harga Produk di Industri Ritel

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » INVESTASI » Harga 145, Saham Ini Sudah Untung 52% Sejak Awal 2024, Saatnya Jual, Tahan / Beli?

Harga 145, Saham Ini Sudah Untung 52% Sejak Awal 2024, Saatnya Jual, Tahan / Beli?

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2024-12-13
0

Harga 145, Saham Ini Sudah Untung 52% Sejak Awal 2024, Saatnya Jual, Tahan / Beli?

wmhg.org – JAKARTA. Harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) pada pekan kedua Desember 2024 dalam tren mendaki. Apakah saham BUMI layak untuk dibeli atau dijual?

Harga saham BUMI pada perdagangan Kamis 12 Desember 2024 ditutup di level 145, stagnan dibandingkan sehari sebelumnya. 

Selama perdagangan lima hari terakhir, harga saham BUMI meningkat 6 poin atau 4,32%. Sejak awal tahun, harga saham BUMI yang merupakan milik keluarga Bakrie ini telah menguat 50 poin atau 52,63%.

Dengan pergerakan harga tersebut, sejumlah analis menilai saham BUMI layak dicermati pada perdagangan Desember 2024 ini. Bahkan, ada analis yang rekomendasi beli saham BUMI.

Hal ini karena BUMI memiliki kinerja bagus pada tahun 2024 ini. BUMI membukukan laba bersih senilai US$ 122,86 juta hingga kuartal III-2024. Sebagai gambaran saja, keuntungan BUMI tersebut setara dengan Rp 1,95 triliun jika dikonversi memakai kurs Jisdor Rp 15.950 per dolar Amerika Serikat.

Laba bersih BUMI melonjak 110,88% apabila dibandingkan periode sama tahun lalu (year on year/yoy). Kala itu, emiten tambang Grup Bakrie dan Salim ini mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai US$ 58,26 juta.

Lonjakan bottom line BUMI terjadi ketika top line merosot. Pendapatan BUMI menyusut 21,09% (yoy) dari US$ 1,17 miliar menjadi US$ 926,88 juta sampai dengan kuartal III-2024.

Hasil itu terutama disebabkan penjualan batubara BUMI yang menurun 28,33% (yoy) dari US$ 1,14 miliar ke level US$ 818,40 juta. Ketika pendapatan dari batubara anjlok, kontribusi dari komoditas emas melonjak.

BUMI mencatatkan penjualan emas senilai US$ 106,47 juta atau melejit 235,44% (yoy) dari sebelumnya hanya US$ 31,74 juta. Per September 2024, BUMI juga telah mencatatkan penjualan dari perak sebesar US$ 1,99 juta. 

Sejalan dengan penurunan pendapatan, beban pokok pendapatan BUMI ikut menyusut 23,95% (yoy) menjadi US$ 833,27 juta. Hasil ini membuat BUMI mengantongi laba bruto sebesar US$ 93,60 juta hingga September 2024 atau tumbuh 18,60% (yoy).

Pada periode sama, beban usaha BUMI naik 9,96% (yoy) menjadi US$ 68,18 juta. Meski begitu, laba usaha BUMI mampu melonjak sebanyak 50,23% (yoy) dari US$ 16,92 juta menjadi US$ 25,42 juta per September 2024.

Nilai signifikan lain berada pada pos manfaat pajak penghasilan yang dibukukan BUMI sebesar US$ 49,40 juta per September 2024. Sedangkan pada periode sama tahun lalu, BUMI menanggung beban pajak penghasilan sebesar US$ 6,71 juta

Hasil tersebut mendongkrak laba periode berjalan BUMI yang melonjak 99,25% (yoy) dari sebelumnya US$ 68,46 juta menjadi US$ 136,41 juta hingga September 2024.

Direktur & Sekretaris Perusahaan Bumi Resources Dileep Srivastava mengungkapkan, secara operasional BUMI masih fokus mengejar target produksi batubara di level 76 juta – 78 juta ton hingga akhir tahun 2024. Sekitar 70% produksi BUMI berasal dari PT Kaltim Prima Coal dan 30% bersumber dari Arutmin Indonesia.

Hingga September 2024, BUMI telah memproduksi batubara sebanyak 58,3 juta ton. Sekitar 70% batubara BUMI ditujukan ke pasar ekspor. Dileep bilang, di sisa tahun ini BUMI akan menjaga performa operasional dan keuangan.

Guna mencapai hal itu, BUMI pun fokus pada sejumlah strategi. Mengoptimalkan biaya, manajemen margin, mengurangi inventaris, menghasilkan campuran kualitas yang sesuai dengan kebutuhan pasar, ungkap Dileep kepada Kontan.co.id, Selasa (3/12).

Dileep belum membeberkan secara rinci mengenai outlook pasar dan harga batubara untuk tahun depan. Dileep hanya memberikan gambaran, pada tahun 2025 BUMI berencana meningkatkan produksi batubara menjadi sekitar 80 juta ton. Let's wait and see, kata Dileep.

Secara grup, dalam jangka menengah BUMI ingin meningkatkan kontribusi pendapatan dari segmen non-batubara, yakni melalui PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). Kontribusi dari mereka diharapkan meningkat berdasarkan rencana dan potensinya, tandas Dileep.

Tonton: 10 Sayuran yang Bagus untuk Penderita Diabetes Konsumsi, Cegah Gula Darah Naik

Rekomendasi Saham BUMI

  BUMI Chart by TradingView

Research Analyst Stocknow.id Emil Fajrizki mengamati kinerja BUMI hingga kuartal III-2024 menunjukkan dinamika yang cukup menarik. Penurunan pendapatan mencerminkan tantangan dari sisi harga batubara global yang melandai. Namun, ada lonjakan kontribusi dari segmen tambang mineral, khususnya emas.

Hal itu sejalan dengan strategi diversifikasi BUMI untuk mengurangi ketergantungan terhadap batubara. Pertumbuhan laba bersih yang signifikan antara lain didapat dari efisiensi biaya operasional, kata Emil kepada Kontan.co.id, Selasa (3/12).

Di sisa tahun ini, volatilitas harga batubara tetap menantang. Tapi, jika kontribusi dari segmen mineral lanjut naik dan efisiensi operasional bisa dipertahankan, Emil menaksir kinerja bottom line BUMI akan tetap solid.

Secara keseluruhan, fundamental BUMI masih memiliki prospek menarik, terutama jika diversifikasi dan efisiensi terus berjalan baik. Namun, perlu diwaspadai risiko fluktuasi harga komoditas global yang masih menjadi faktor utama, jelas Emil.

Dari sisi pergerkaan saham, Emil melihat dalam jangka pendek BUMI masih cenderung volatile, dengan potensi konsolidasi di sekitar support Rp 120 – Rp 130. Emil memandang ada peluang trading untuk menyentuh target harga di resistance Rp 160. Saran Emil, cutloss jika menembus ke bawah level support.

Secara teknikal, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai pergerakan BUMI masih berada di fase uptrend dan di atas MA60. Herditya lantas menyarankan trading buy BUMI dengan mencermati support di Rp 133 dan resistance Rp 150, untuk target harga di Rp 155 – Rp 160 per saham.

Sementara itu, Equity Analyst Indo Premier Sekuritas Imam Gunadi memasukkan BUMI sebagai salah satu saham yang layak dicermati pada pekan ini. BUMI berpotensi terpapar katalis positif dari peluang meningkatnya permintaan batubara saat musim dingin di akhir tahun.

Imam lantas menyematkan rekomendasi buy saham BUMI untuk target harga di Rp 160. Tetapi, mesti lebih hati-hati jika sudah turun ke bawah Rp 140.

Baca Juga: Biaya Harian BYD Atto 3 Rp 18.527,20 Per hari, Cek Harga Mobil BYD Atto, Dolphin & M6

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
Ahli Waris Korban Longsor  Sukabumi Mendapat Santunan dari Mensos Gus Ipul

Ahli Waris Korban Longsor Sukabumi Mendapat Santunan dari Mensos Gus Ipul

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Tingkatkan Literasi dan Inklusi Reksadana, BTPN Gandeng Syailendra Capital

Tingkatkan Literasi dan Inklusi Reksadana, BTPN Gandeng Syailendra Capital

2024-08-15
Transjakarta Hentikan Sementara 7 Rute Hari Ini 28 Agustus 2026

Transjakarta Hentikan Sementara 7 Rute Hari Ini 28 Agustus 2026

2026-08-29
BPS: Ekspor Bulan Juli 2024 Meningkat 6,55% Jadi US$ 22,21 Miliar

BPS: Ekspor Bulan Juli 2024 Meningkat 6,55% Jadi US$ 22,21 Miliar

2024-08-15
Menhub: Pembangunan Bali Maritim Tourism Hub Tunjukkan Progres Signifikan

Menhub: Pembangunan Bali Maritim Tourism Hub Tunjukkan Progres Signifikan

2024-08-10
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Emas Dunia Jatuh ke US$ 4.131, Pasar Antisipasi Kenaikan Bunga The Fed

Harga Emas Dunia Jatuh ke US$ 4.131, Pasar Antisipasi Kenaikan Bunga The Fed

2026-09-30
Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 29 September 2026

Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 29 September 2026

2026-09-30
Harga Emas Antam Turun 2 Hari Beruntun, Cek Rinciannya!

Harga Emas Antam Turun 2 Hari Beruntun, Cek Rinciannya!

2026-09-30
Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam Rp 2,619 Juta, UBS Rp 2,530 Juta

Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam Rp 2,619 Juta, UBS Rp 2,530 Juta

2026-09-30

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Altcoin Season Dimulai? Ini Prospek Beberapa Hari ke Depan

Altcoin Season Dimulai? Ini Prospek Beberapa Hari ke Depan

2026-09-30
0
Harga Kripto 29 September 2026: Bitcoin dan Ethereum Kompak Melemah

Harga Kripto 29 September 2026: Bitcoin dan Ethereum Kompak Melemah

2026-09-30
0
Citi Gandeng Coinbase Permudah Pembayaran dengan Stablecoin

Citi Gandeng Coinbase Permudah Pembayaran dengan Stablecoin

2026-09-30
0
Raja Kripto Kanada Segera Diadili atas Dugaan Penipuan US$ 30 Juta

Raja Kripto Kanada Segera Diadili atas Dugaan Penipuan US$ 30 Juta

2026-09-30
0
Strive Beli Bitcoin 1.107 Bitcoin, Total Pembelian Sentuh Rp 1,69 Triliun

Strive Beli Bitcoin 1.107 Bitcoin, Total Pembelian Sentuh Rp 1,69 Triliun

2026-09-30
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Harga Emas Dunia Jatuh ke US$ 4.131, Pasar Antisipasi Kenaikan Bunga The Fed

Harga Emas Dunia Jatuh ke US$ 4.131, Pasar Antisipasi Kenaikan Bunga The Fed

2026-09-30
Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 29 September 2026

Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 29 September 2026

2026-09-30

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.