• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Senin, April 20, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Bos Freeport Klaim Perpanjangan IUPK Dongkrak Penerimaan Negara Rp 90 T per Tahun

    Bos Freeport Klaim Perpanjangan IUPK Dongkrak Penerimaan Negara Rp 90 T per Tahun

    Autopedia Sukses Lestari (ASLC) Bidik Lonjakan Penjualan Mobil Bekas Jelang Lebaran

    Autopedia Sukses Lestari (ASLC) Bidik Lonjakan Penjualan Mobil Bekas Jelang Lebaran

    Perpanjangan Izin PT Freeport Indonesia Jadi Ujian Hilirisasi dan Tata Kelola

    Perpanjangan Izin PT Freeport Indonesia Jadi Ujian Hilirisasi dan Tata Kelola

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Bos Freeport Klaim Perpanjangan IUPK Dongkrak Penerimaan Negara Rp 90 T per Tahun

    Bos Freeport Klaim Perpanjangan IUPK Dongkrak Penerimaan Negara Rp 90 T per Tahun

    Autopedia Sukses Lestari (ASLC) Bidik Lonjakan Penjualan Mobil Bekas Jelang Lebaran

    Autopedia Sukses Lestari (ASLC) Bidik Lonjakan Penjualan Mobil Bekas Jelang Lebaran

    Perpanjangan Izin PT Freeport Indonesia Jadi Ujian Hilirisasi dan Tata Kelola

    Perpanjangan Izin PT Freeport Indonesia Jadi Ujian Hilirisasi dan Tata Kelola

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » INVESTASI » Begini Rekomendasi Saham PGN (PGAS) yang Sedang Dibayangi Krisis Pasokan

Begini Rekomendasi Saham PGN (PGAS) yang Sedang Dibayangi Krisis Pasokan

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2024-10-08
0

Begini Rekomendasi Saham PGN (PGAS) yang Sedang Dibayangi Krisis Pasokan

wmhg.org – JAKARTA. Prospek bisnis PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) belum mulus. Kekhawatiran utama bagi kinerja PGAS berasal dari risiko kekurangan pasokan gas.

Analis MNC Sekuritas, Vera mengamati bahwa kinerja PGAS lesu di kuartal II-2024 tidak terlepas dari melambatnya volume distribusi gas dan volume lifting. Selain faktor hari libur yang lebih banyak di kuartal kedua, volume gas yang lebih rendah karena potensi kekurangan pasokan.

Seperti diketahui, emiten pelat merah ini membukukan pendapatan sebesar US$ 889,66 juta di kuartal kedua 2024. Hasil tersebut tercatat turun 6,29% quartal on quartal (qoq), namun bertumbuh 4,72% year on year (YoY).

Pelemahan kinerja PGAS secara kuartalan sejalan dengan perlambatan volume distribusi gas menjadi 841BBTud (-1,98% qoq dan -9,76% yoy). Kemudian, volume transmisi gas datar menjadi 1.417 MMScfd, serta volume lifting gas sebesar 1,80 MMBOE yang menurun 14,29% qoq dan 10% YoY.

Vera menyebutkan, volume PGAS lebih rendah akibat faktor musim liburan dan juga kekhawatiran tentang potensi kekurangan pasokan gas. Ini seperti yang ditunjukkan dari penurunan volume pasokan di Sumatera dan Jawa Barat, bersama dengan penurunan produksi dan aktivitas lifting dari blok Pangkah, Fasken, Ketapang, Muara Bakau, dan Muriah.

Baca Juga: Kinerja PGN (PGAS) Didukung Penjualan LNG, Intip Rekomendasi Sahamnya

Akibatnya, PGAS mencatat spread distribusi gas turun 12,34% qoq menjadi US$ 2,16 per Mmbtu pada kuartal II-2024 dari US$ 2,46 per Mmbtu di kuartal I-2024, menyusul moderasi harga jual rata-rata (ASP) menjadi US$ 7,78 per Mmbtu dari US$ 7,94 per mmbtu pada kuartal I-2024.

Selain itu, kenaikan biaya pengadaan dan transmisi gas menjadi US$ 5,62 per mmbtu dibandingkan US$ 5,48 per mmbtu pada kuartal I-2024, turut menekan margin.

Di sisi lain, biaya operasional PGAS membengkak sekitar 65.84% qoq, sebagian besar disebabkan penyisihan kerugian penurunan nilai atas utang dari Kalijagas kepada PC Muriah LTD (PCML). Alhasil, laba bersih PGAS anjlok 45,96% qoq menjadi US$ 65,46 juta pada kuartal kedua, akibat penurunan pendapatan dan peningkatan signifikan biaya operasional.

Pelemahan kinerja PGAS secara kuartalan sejalan dengan perlambatan volume distribusi gas, ungkap Vera dalam riset tertanggal 18 September 2024.

Namun, laba bersih PGAS di kuartal kedua, secara tahunan masih bertumbuh 10,42% YoY. Secara semesteran, laba bersih PGAS juga bertumbuh sekitar 28,41% YoY menjadi US$ 186,60 pada periode Januari – Juni 2024.

Vera menganalisis, kinerja PGAS yang lebih baik ini terutama didorong oleh beban bunga yang lebih rendah akibat deleveraging melalui pembayaran obligasi sebesar US$ 552,63 juta atau sekitar 35,67% dari total utang pada tahun fiskal 2023, yang berpotensi mengurangi biaya bunga sebesar US$ 28 juta.

Selain itu, tidak adanya penyisihan terkait sengketa pajak seperti pada tahun fiskal 2023 sebesar US$ 29,86 juta dan kontrak yang memberatkan sebesar US$ 11,69 juta, semakin mendukung raihan laba bersih.

Kinerja keuangan PGAS tetap stabil di saat pasokan gas masih berada di titik kritis, tambah Vera.

MNC Sekuritas telah menyesuaikan kembali estimasi terhadap PGAS. Pada laba operasi diturunkan menjadi US$ 579,18 juta, namun meningkatkan perkiraan laba bersih PGAS menjadi US$ 361,10 juta dengan Net Profit Margin (NPM) sebesar 9,65% untuk tahun fiskal 2024.

Baca Juga: PGAS Terus Kembangkan Jargas, Simak Deretan Perusahaan yang Bakal Bekerja Sama

Hanya saja, meskipun laba bersih diproyeksi lebih tinggi, kinerja PGAS masih perlu dipantau lebih lanjut. Hal itu karena kekhawatiran utama PGAS berasal dari risiko kekurangan pasokan gas.

Vera berujar, manajemen PGAS sebelumnya telah menyoroti aliran gas dari blok Medco E&P Grissik, berpotensi akan turun secara bertahap dari 410BBTud menjadi 129BBTud pada tahun 2028. Rencana manajemen PGAS untuk mengimpor LNG guna memenuhi permintaan  turut berpotensi menekan margin karena biaya yang lebih tinggi.

Selain itu, spread distribusi PGAS diproyeksi akan lebih sempit pada semester kedua karena biaya pasokan yang lebih tinggi. Proyeksi tersebut sejalan dengan target manajemen PGAS yang tidak merevisi spread distribusi pada kisaran US$ 1,60 – US$ 1,80 per Mmbtu untuk tahun 2024.

Meskipun kami mengakui optimisme manajemen dalam mempertahankan target volume pada 954 BBTud untuk 2024 melalui upaya aktif untuk mengamankan sumber pasokan tambahan, kami masih mencari kejelasan lebih lanjut, jelas Vera.

Analis Indo Premier Sekuritas Ryan Winipta mengatakan, PGAS saat ini tengah melanjutkan berbagai pembangunan infrastruktur gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) dan Gas di Semarang dan Kawasan Industri Batang (KITB) yang menghubungkan jaringan pipa Cisem-1.

Adapun Cisem-1 telah memasok beberapa pelanggan di Kendal dan Batang seperti Rumah Keramik Indonesia dan KCC Glass di Batang dan lima pelanggan di Kendal. Sebagai operator, PGAS akan menerima biaya transmisi sebesar US$0,31 per mmscfd dari Cisem-1, lebih rendah dibandingkan biaya campuran (blended fee) pada semester I-2024 sebesar US$ 0,56 per mmscfd.

Saat ini proyek Cisem-1 hanya berkontribusi sekitar 1,65 mmscfd terhadap volume transmisi gas secara keseluruhan atau sekitar 1% per Agustus 2024. Namun ke depannya, infrastruktur yang dibangun PGAS ini akan bermanfaat bagi prospek jangka panjang. Ke depannya, Cisem-2 akan menghubungkan Semarang dengan Cirebon dan direncanakan akan selesai pada kuartal IV-2025.

  PGAS Chart by TradingView

Infrastruktur LNG & Gas merupakan kunci untuk volume PGAS di masa mendatang, kata Ryan dalam riset 30 September 2024.

Ryan menuturkan, manajemen PGAS tidak menampik bahwa saat ini memang sedang mengalami kekurangan pasokan gas pipa, dengan LNG merupakan satu-satunya alternatif.

Selain itu, infrastruktur lebih lanjut juga perlu dibangun untuk menyalurkan kelebihan pasokan gas di SOR 3 (Jawa Tengah & Indonesia Timur) ke SOR 1 (Sumatera) dan SOR 2 (Jawa Barat), yang telah mengalami kekurangan gas hingga sekitar 70bbtud. PGAS juga berencana untuk bekerja sama dengan PLN untuk melakukan impor LNG guna mengatasi masalah kekurangan gas.

Namun, manajemen PGAS menegaskan kembali bahwa bisnis perdagangan LNG saat ini akan ditangguhkan sementara hingga kasus Gunvor diselesaikan. PGAS memutuskan untuk tidak memasok kargo LNG yang dapat diperoleh perusahaan dari Petronas (Malaysia) ke Tiongkok.

Walaupun demikian, manajemen PGAS tetap yakin bahwa perseroan telah mematuhi kontrak Gunvor dan saat ini masih dalam proses hukum. Seperti diketahui, PGAS sebelumnya mengalami kendala dalam pengiriman LNG ke Gunvor, perusahaan yang berbasis di Singapura.

Dengan berbagai faktor tersebut, Ryan masih berhati-hati terhadap PGAS karena dibayangi risiko penurunan volume distribusi gas sebagai akibat dari situasi kekurangan pasokan saat ini. Di samping itu, spread distribusi dikhawatirkan lebih rendah, serta adanya potensi biaya satu kali termasuk tertundanya pengiriman pasokan gas ke Gunvor.

Ryan masih menyarankan hold untuk PGAS dengan target harga di Rp 1.500 per saham. Senada, Vera mempertahankan rekomendasi hold untuk PGAS, namun dengan target harga sebesar Rp 1.550 per saham.

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
Survei KPPPA: Wanita Karier di Perkotaan Lebih Banyak Alami KDRT, Dampak Patriarki?

Survei KPPPA: Wanita Karier di Perkotaan Lebih Banyak Alami KDRT, Dampak Patriarki?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Selat Hormuz Dibuka, 2 Kapal Pertamina Bersiap Melintas

Selat Hormuz Dibuka, 2 Kapal Pertamina Bersiap Melintas

2026-04-20
Prabowo Janji Turunkan Biaya Haji

Prabowo Janji Turunkan Biaya Haji

2026-02-09
Sindiran Keras Purbaya ke Moody’s dan IMF: Offside Soal Outlook Ekonomi Indonesia

Sindiran Keras Purbaya ke Moody’s dan IMF: Offside Soal Outlook Ekonomi Indonesia

2026-02-13
Gautam Adani Menyalip Mukesh Ambani dalam Daftar Orang Terkaya di Dunia

Gautam Adani Menyalip Mukesh Ambani dalam Daftar Orang Terkaya di Dunia

2026-04-18
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 19 April 2026, Cek Daftar Lengkapnya

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 19 April 2026, Cek Daftar Lengkapnya

2026-04-20
Harga Emas Antam Hari Ini Minggu 19 April 2026: 1 Kg Tembus Rp 2,8 Miliar

Harga Emas Antam Hari Ini Minggu 19 April 2026: 1 Kg Tembus Rp 2,8 Miliar

2026-04-20
Harga Emas 24 Karat Hari Ini 19 April 2026: Antam Vs Pegadaian, Mana Lebih Murah?

Harga Emas 24 Karat Hari Ini 19 April 2026: Antam Vs Pegadaian, Mana Lebih Murah?

2026-04-20
BNI Berkomitmen Kembalikan Dana Jemaat Paroki Aek Nabara Rp 28 M

BNI Berkomitmen Kembalikan Dana Jemaat Paroki Aek Nabara Rp 28 M

2026-04-20

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Harga Emas Antam Hari Ini Melonjak Tajam, Cek Daftarnya per 18 April 2026

Harga Emas Antam Hari Ini Melonjak Tajam, Cek Daftarnya per 18 April 2026

2026-04-20
0
Selat Hormuz Dibuka, 2 Kapal Pertamina Bersiap Melintas

Selat Hormuz Dibuka, 2 Kapal Pertamina Bersiap Melintas

2026-04-20
0
Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Kantongi Sertifikat Halal Mulai 18 Oktober 2026

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Kantongi Sertifikat Halal Mulai 18 Oktober 2026

2026-04-20
0
Masih Minim, Petani Minta Alokasi Dana Bagi Hasil Daerah Penghasil Ditambah

Masih Minim, Petani Minta Alokasi Dana Bagi Hasil Daerah Penghasil Ditambah

2026-04-20
0
Pengamat Usul Tarif KRL Jabodetabek Naik Bertahap, Kenapa?

Pengamat Usul Tarif KRL Jabodetabek Naik Bertahap, Kenapa?

2026-04-20
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 19 April 2026, Cek Daftar Lengkapnya

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 19 April 2026, Cek Daftar Lengkapnya

2026-04-20
Harga Emas Antam Hari Ini Minggu 19 April 2026: 1 Kg Tembus Rp 2,8 Miliar

Harga Emas Antam Hari Ini Minggu 19 April 2026: 1 Kg Tembus Rp 2,8 Miliar

2026-04-20

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.