Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Bidang Pangan) Zulkifli Hasan menyebut Indonesia akan meningkatkan bauran bahan bakar nabati hingga mencapai E20 dalam lima tahun ke depan sebagai bagian dari transisi menuju energi yang lebih terbarukan.
Zulkifli Hasan menyampaikan target tersebut dalam Indonesia Sustainability Forum (ISF) di Jakarta, Selasa (6/10/2026), ketika menjelaskan strategi pemerintah mendorong pertumbuhan hijau melalui sektor energi, industri, pangan, dan pengelolaan lingkungan.
BACA JUGA:Airlangga Sebut Produk Baja Indonesia Dihantam Tarif 50% Masuk Eropa-AS
BACA JUGA:Indonesia Siapkan Pembangunan PLTN Berkapasitas 7 GW
“Kita sudah di 50 sekarang. Pak Bahlil akan dalam tempo lima tahun akan E20,” ujar Zulkifli Hasan dalam ISF, Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Menurut Zulkifli, peningkatan penggunaan bahan bakar nabati menjadi salah satu bagian dari strategi energi untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar fosil sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.
Zulkifli mengatakan pemerintah juga akan mendorong penggunaan energi listrik yang bersumber dari energi terbarukan sebagai bagian dari transformasi sistem energi nasional.
“Tujuan kebijakan ini bukan sekadar menurunkan emisi, tapi juga membuka setidaknya lima mesin pertumbuhan baru dan memperkuat daya saing Indonesia,” kata Zulkifli.
Ia menjelaskan lima sumber pertumbuhan tersebut mencakup pengelolaan hutan dan lahan, energi, industri hijau, pertanian, serta pengelolaan limbah dan sampah.
Pemerintah juga menggunakan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) untuk membuka sumber pembiayaan baru bagi kegiatan konservasi, restorasi, dan aksi iklim di tingkat masyarakat.
/2025/12/08/659294977.jpg)
/2025/02/10/462114211.jpg)
/2023/10/01/342276568.jpg)
/2024/01/17/2061950103.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366703/original/007869200_1791274805-Screenshot__1133_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353343/original/079554200_1789961127-IMG_7203.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4217905/original/082312500_1667827564-WhatsApp_Image_2022-11-07_at_17.09.54.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360181/original/077137200_1790594186-email-attachment_2026_09_28_ariefhakim-at-klyid_kemenkop-klaim-85-persen-manajer-kopdes-setuju-penempatan-di-daerah_1000456402.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1043410/original/011837300_1446625161-20151104-OJK-Jakarta-Angga-Yuniar.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309012/original/011632200_1785214700-Gemini_Generated_Image_5o6uim5o6uim5o6u.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3188320/original/078196100_1595493634-20200723-Usai-Cetak-Rekor_-Harga-Emas-Antam-Kembali-Turun-IQBAL-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5119144/original/046555200_1738566795-XRP_illustration.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4381430/original/007733200_1680504270-traxer-EBKPxro0A9c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1937644/original/001119200_1519626925-1.jpg)