Jakarta – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus berulang tak hanya menyisakan kabut asap, tetapi juga risiko bagi dunia usaha dan sektor keuangan yang mendanai perusahaan berbasis lahan.
Juru Kampanye Kaoem Telapak Abil Achmad Akbar menyebut, pemegang konsesi kehutanan dan perkebunan sawit berulang kali mencatat lahan terbakar di arealnya dalam analisis tiga periode El Nino, yakni 2006, 2015, dan 2023.
BACA JUGA:Kabut Asap Pekat, Seluruh Penerbangan di Manokwari Batal
BACA JUGA:PPATK Telusuri Jejak Uang di Balik Karhutla
Dari 460 perusahaan, ada 25 perusahaan atau 5% yang mencakup 54,7% areal terbakar di areal konsesinya, kata Abil dalam live streaming JADI TAHU Selasa (6/10/2026).
460 perusahaan itu terdiri atas 106 pemegang hak tanaman industri (HTI), 313 pemegang hak guna usaha (HGU) sawit, dan 41 pemegang hak pengusahaan hutan (HPH). Dari 25 perusahaan tersebut, 16 di antaranya bergerak di HTI atau HPH, sedangkan sembilan lainnya perusahaan sawit.
Pola berulang juga terlihat, di mana 147 perusahaan HPH/HTI yang konsesinya pernah terbakar, 117 perusahaan atau 80% kembali mencatat hotspot pada Agustus-September 2026. Sementara, di sektor sawit, 144 dari 313 pemegang HGU atau 46% kembali mencatat hotspot di dalam konsesinya pada periode yang sama.
Artinya di sini perusahaan tentu patut diduga ya, bahwa ada keterkaitan yang sangat kuat antara kebakaran yang terjadi di Kalimantan dan yang ada di dalam areal konsesinya begitu,” Abil menegaskan.
Karena itu, ia mendorong lembaga keuangan agar lebih berhati-hati dalam memberikan pembiayaan kepada perusahaan yang berbasis lahan.
/2023/10/01/342276568.jpg)
/2024/01/17/2061950103.jpg)
/2026/05/21/1931422383.jpg)
/2020/02/14/1217679269.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/990933/original/032400600_1442402218-20150916-Kabut-Asap-penerba.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368377/original/068185600_1791431197-email-attachment_2026_10_08_adyanugrahadi_menteri-umkm-jadi-pengampu-ekosistem-ojol-kawal-kemitraan-dengan-aplikator_IMG_7377.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368339/original/007608900_1791429715-Screenshot_2026-10-08_101919.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296727/original/008242400_1784022507-3fa60472-8dcd-43de-8f2d-dc9c188e0f52.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368404/original/053332500_1791433059-email-attachment_2026_10_08_ariefhakim-at-klyid_menkeu-suahasil-fiskal-dan-danantara-saudara-kembar_1000466331.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349515/original/027309100_1789531590-Gemini_Generated_Image_eq0tzleq0tzleq0t.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192692/original/073777800_1595929324-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352147/original/086289000_1610959706-20210118-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219629/original/039640900_1747221144-20250514-Harga_Emas-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028259/original/049109300_1732871661-fotor-ai-2024112916147.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306954/original/097594000_1784943789-ChatGPT_Image_Jul_16__2026__07_22_35_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3913280/original/009736000_1643034734-24_januari_2022-4.jpg)