Jakarta – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengajak kalangan dunia usaha memanfaatkan berbagai peluang investasi yang tersedia melalui program-program strategis pemerintah. Langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
BACA JUGA:Realiasi Investasi Tumbuh 7,2%, Hilirisasi Serap Rp 300 Triliun
BACA JUGA:Di Tengah Isu PHK, Investasi Serap 1,45 Juta Tenaga Kerja Baru
Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam membangun ekosistem pangan yang kuat dan berkelanjutan. Dunia usaha perlu menjadi mitra strategis dalam memperkuat rantai pasok, distribusi, pengolahan, hingga peningkatan nilai tambah sektor pangan dari hulu sampai hilir, kata Zulhas di Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Zulhas mengatakan sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci agar berbagai program strategis nasional tidak berhenti sebagai kebijakan semata.
Kolaborasi tersebut juga harus mampu membuka peluang investasi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan nilai tambah di sektor pangan.KDMP disiapkan sebagai simpul ekonomi desa yang menghubungkan petani, koperasi, pelaku usaha lokal, dan pasar yang lebih luas, ujarnya.
Lebih dari 30.000 koperasi desa/kelurahan telah terbentuk di berbagai wilayah Indonesia dan diproyeksikan menjadi pusat distribusi pangan, penyerapan hasil produksi, serta penggerak ekonomi masyarakat dari desa.
Sebelumnya, pemerintah menargetkan pembangunan 35.872 gedung KDMP rampung pada Agustus 2026. Setelah pembangunan tahap awal selesai, koperasi tersebut direncanakan mulai beroperasi pada September 2026 untuk mendukung distribusi pangan, penyerapan hasil pertanian dan perikanan, serta penyaluran berbagai bantuan pemerintah.
Zulhas juga menyampaikan pemerintah menargetkan pembangunan KDMP dilakukan secara bertahap. Program tersebut diharapkan menjadi instrumen untuk memperkuat ekonomi desa, mengurangi kemiskinan, sekaligus memperluas kesempatan kerja melalui pengembangan usaha berbasis koperasi.



/2026/02/18/395790444.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315966/original/037870800_1785905659-WhatsApp_Image_2026-08-05_at_11.53.19_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315064/original/025010300_1785825907-WhatsApp_Image_2026-08-04_at_09.49.30.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3510059/original/027658500_1626233971-fintech_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4361081/original/023728500_1678967433-Angka_Kemiskinan_Meningkat-IQBAL_7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3337097/original/098406000_1609328704-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-6.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4881569/original/094570800_1719967258-fotor-ai-2024070373820.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472769/original/036658900_1768375317-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028254/original/041675300_1732871304-fotor-ai-2024112916726.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028256/original/032953400_1732871460-fotor-ai-20241129161044.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)