Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan dampak buruk kondisi nelayan yang lemah akibat rendahnya nilai tukar. Menurutnya, kelemahan ini berpotensi mengganggu ketahanan wilayah laut Indonesia.Â
Ia mencatat Nilai Tukar Nelayan (NTN) pada 2025 berada di angka 103,9. Angka ini dinilai jauh dari kata sejahtera, bahkan menempatkan nelayan dalam kelompok masyarakat sangat miskin atau desil satu.
BACA JUGA:KKP Bidik Modernisasi 950 Kapal Ikan pada 2027, Ini Tujuannya
BACA JUGA:Tembus Rp 10 Triliun, Ini Rincian Biaya Kampung Nelayan Merah Putih
BACA JUGA:Kawal Hak ABK Perikanan, Kementerian Kelautan Perdana Pakai Panduan Digital
Apa dampaknya kalau nelayan kita miskin? Nelayan kita lemah Pak. Nelayan kita lemah artinya laut kita yang luas itu akan dikuasai oleh nelayan yang kuat, ungkap Zulkifli di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Senin (12/10/2026).
Zulhas, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa istilah \’nelayan kuat\’ merujuk pada para pelaku usaha perikanan dari negara lain. Ia menyinggung maraknya nelayan asing yang mengeruk sumber daya laut Indonesia. Bahkan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sempat menyebut kekayaan laut RI tergerus pencurian hingga Rp 200 triliun per tahun.
Siapa nelayan yang kuat? Ya dari China, dari Vietnam, dari Thailand, dari Jepang. Karena nelayan mereka makmur, kuat, bisa menguasai laut kita. Kata Pak Trenggono, kita dicuri per tahun hampir Rp 200 triliun, ujar dia.
Karena nelayan kita lemah. Jadi dampaknya luas. Akhirnya negara kita pendapatannya kurang, Angkatan Laut mau beli persenjataan enggak ada duitnya. Jadi berputar dia, sambungnya.
/2022/08/03/1972868173.jpg)
/2025/11/26/1477201872.jpg)
/2025/10/27/64741537.jpg)
/2016/07/12/223925999.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5376696/original/038581900_1760013705-IMG_7696.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4116746/original/043885700_1659961538-FOTO.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5506649/original/000018600_1771473527-WhatsApp_Image_2026-02-19_at_10.36.40__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876285/original/011593500_1719462277-fotor-ai-2024062711138.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/966239/original/043979200_1440492322-20150825--Keselamatan-Tenaga-Kerja-Jakarta-01.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309012/original/011632200_1785214700-Gemini_Generated_Image_5o6uim5o6uim5o6u.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192687/original/099233200_1595929321-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352147/original/086289000_1610959706-20210118-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5133405/original/8100_1739534500-DALL__E_2025-02-14_19.00.12_-_A_digital_illustration_featuring_various_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___and_meme_coi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313338/original/051092900_1785634551-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_35_29_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4838233/original/057874200_1716263381-AP24141612292346.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)