Jakarta – Bank Dunia atau World Bank memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia stabil di 5,2% pada 2026 dan 2027. Pertumbuhan ekonomi ini naik 0,5% dalam prediksi 2026 sebesar 4,7%.
World Bank menyebutkan, kenaikan pertumbuhan ekonomi ini seiring dampak negatif dari harga energi yang lebih tinggi ternyata tidak separah yang diperkirakan sebelumnya. Demikian dikutip dari laporan World Bank, East Asia and Pacific Economic Update, Oktober 2026: Riding the AI Wave, Selasa (6/10/2026).
BACA JUGA:Airlangga Bongkar Cara Ekonomi Vietnam Lebih Ngebut dari Indonesia
BACA JUGA:Indonesia Butuh Investasi Rp 13.000 Triliun untuk Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8%
BACA JUGA:Tak Hanya Digital, Pemerintah Andalkan Energi Hijau Pacu Ekonomi
Aktivitas ekonomi juga didukung oleh peningkatan pelaksanaan program-program prioritas pemerintah, investasi yang terkait dengan negara, serta subsidi energi,” demikian seperti dikutip dari laporan World Bank.
Selain itu, bauran kebijakan tersebut telah mendukung pertumbuhan dalam jangka pendek, tetapi juga berkontribusi pada ketidakseimbangan fiskal dan eksternal lebih besar.
Kondisi ini akan terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang seiring dengan proyeksi pelebaran defisit transaksi berjalan menjadi 1,5% dari PDB pada 2026,” demikian seperti dikutip dari laporan World Bank.
Hal itu seiring melandainya stimulus fiskal, pertumbuhan ekonomi jangka menengah diprediksi lebih bergantung pada investasi swasta. Selain itu, inflasi juga diperkirakan tetap berada di kisaran batas atas target bank sentral. Adapun Bank Indonesia menargetkan inflasi 2,5% plus minus 1% pada 2026.
Mengutip Antara, Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Asia Franziska Lieselotte Ohnsorge menuturkan, penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia sejauh ini masih mengandalkan kuatnya permintaan domestik.
“Yang benar-benar kuat di (ekonomi) Indonesia adalah permintaan domestik. Hal itulah yang menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dan inilah yang sedikit membedakannya dari negara-negara lain di kawasan (Asia),” ujar dia.
/2022/10/20/1604525335.jpg)
/2025/01/30/132458517.jpg)
/2026/06/10/159166935.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5565096/original/072075300_1777011174-1000298570.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/922189/original/061254600_1436330199-tol-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328650/original/075500600_1787203805-Menteri_Ketenagakerjaan__Menaker__Yassierli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365309/original/065355400_1791172685-Depositphotos_874855176_L.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309012/original/011632200_1785214700-Gemini_Generated_Image_5o6uim5o6uim5o6u.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3271750/original/055065600_1603102549-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3458468/original/004833700_1621321944-20210518-Harga-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192688/original/061754900_1595929322-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-3.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1937644/original/001119200_1519626925-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313336/original/086824700_1785634470-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_33_41_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816481/original/059395900_1714383540-fotor-ai-20240429133650.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322011/original/064657000_1786514057-ChatGPT_Image_Aug_12__2026__12_53_39_PM.jpg)