Jakarta – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengungkapkan dua tantangan utama yang dihadapi pemerintah dalam upaya mewujudkan swasembada bawang putih, yakni ketersediaan lahan dan bibit.
Meski demikian, menurut dia, tantangan tersebut masih relatif lebih ringan dibandingkan target swasembada beras yang membutuhkan lahan jauh lebih luas.
BACA JUGA:Kemendag Terbitkan Aturan Impor Baru, Ini 4 Perubahan Pentingnya
BACA JUGA:Biodiesel B50 Meluncur 1 Juli 2026, RI Tak Lagi Impor Solar
BACA JUGA:Kontainer Menumpuk di Tanjung Priok, Bea Cukai Ungkap Penyebabnya
Tantangannya kalau menurut Pak Mentan dan tim bukan kita mau meremehkan suatu tantangan, tapi setidaknya lebih tidak terlalu menantang dibanding swasembada beras. Karena kalau beras ini kan butuhnya jutaan hektare, terus harus cetak sawah pun juga harus banyak dan lain-lain, ujar Sudaryono di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Sudaryono menjelaskan, pengembangan bawang putih membutuhkan lahan di kawasan dataran tinggi. Karena itu, Kementan telah mengidentifikasi sejumlah wilayah yang dinilai potensial, antara lain Sembalun di Nusa Tenggara Barat (NTB), Temanggung di Jawa Tengah, dan Humbang Hasundutan di Sumatera Utara.
Selain itu, pemerintah juga menjajaki kemungkinan pemanfaatan lahan perkebunan yang sudah tidak produktif.
Salah satunya kita sedang bicara dengan Kang Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, bagaimana di daerah Bandung sana itu kebun teh yang sebagian sudah tidak beroperasi kemudian bisa kita konversi menjadi lahan untuk bawang putih, tuturnya.
Menurut Sudaryono, tantangan lain yang tak kalah penting adalah penyediaan bibit yang sesuai dengan kondisi lahan dan iklim di Indonesia.
Tantangannya adalah tantangan pembibitan, tantangan varietas yang cocok dengan tempat itu, kemudian juga waktu, katanya.



/2025/03/26/1110688078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4915985/original/031607000_1723455246-IMG-20240812-WA0066.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5096380/original/056080400_1737003997-01.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/976571/original/042940100_1441279137-harga-emas-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192690/original/063821500_1595929323-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4805341/original/055600100_1713432002-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5119143/original/000941200_1738566772-XRP_illustration_alternative.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6998689/original/035930000_1779768956-AP26143053613944.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740420/original/059441100_1707701782-fotor-ai-2024021283456.jpg)