Jakarta – Langkah Danantara Investment Management dalam menerbitkan obligasi global (global bond) perdana senilai US$ 1,5 miliar mendapat respons positif dari investor.
Pengamat Kebijakan Publik, Iswadi menilai keberhasilan penerbitan obligasi ini akan memberikan sejumlah dampak positif bagi perekonomian nasional.
BACA JUGA:Kenaikan BI Rate Belum Dongkrak Minat Investor Asing di Pasar Obligasi
BACA JUGA:Obligasi Pemerintah Tertekan Ketimbang Korporasi hingga Juni 2026
Pertama, menjadi sinyal kuat kepada dunia bahwa Indonesia memiliki institusi investasi baru yang bankable dan mampu menarik modal global. Kedua, masuknya dana sebesar US$ 1,5 miliar berpotensi memperkuat cadangan devisa dan memberikan bantalan terhadap stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global.
Selain itu, keberhasilan ini juga diyakini dapat mendorong partisipasi lebih luas dari sektor perbankan dan investor swasta dalam pembiayaan proyek-proyek strategis nasional melalui skema co-investment.
“Obligasi Danantara yang mengalami oversubscription lebih dari tiga kali lipat dapat diibaratkan sebagai jas hujan di tengah ketidakpastian global. Dunia sedang memberikan vote of confidence kepada Indonesia dan melihat Danantara sebagai mesin investasi baru yang menjanjikan,” ujar Iswadi kepada Rabu (17/06/2026).
Danantara Investment Management, anak usaha sovereign wealth fund Danantara, telah menerbitkan obligasi global dalam dua tenor, yakni US$750 juta untuk tenor lima tahun dengan yield 5,35 persen dan US$ 750 juta untuk tenor sepuluh tahun dengan yield 5,95 persen.
Penerbitan tersebut mendapat sambutan dari pasar internasional. Order book tercatat mencapai US$ 4,6 miliar atau mengalami oversubscription lebih dari tiga kali lipat dibanding target awal sebesar US$ 1 miliar.
Tingginya permintaan investor bahkan mendorong penurunan yield final hingga 35 basis poin dari panduan awal, yang diperkirakan dapat menghemat biaya bunga sekitar US$ 5 juta per tahun.



/2025/03/26/1110688078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4545520/original/071525800_1692602036-20230821-Fenomena-El-Nino-Arbas-1.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4301907/original/060567600_1674617670-Potret_Turis_China_Berdatangan__Penyeberangan_di_Bali_Ramai-AFP-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5096380/original/056080400_1737003997-01.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/976571/original/042940100_1441279137-harga-emas-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192690/original/063821500_1595929323-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4805341/original/055600100_1713432002-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5119143/original/000941200_1738566772-XRP_illustration_alternative.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6998689/original/035930000_1779768956-AP26143053613944.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740420/original/059441100_1707701782-fotor-ai-2024021283456.jpg)