Jakarta – Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) (USD IDR) terus menunjukkan pergerakan yang fluktuatif. Kondisi ini menjadi perhatian utama bagi pelaku pasar dan investor, mengingat dampaknya terhadap perekonomian nasional.
Pada perdagangan Jumat sore hari, Rupiah sempat ditutup menguat tipis. Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat tipis di level 16.888
BACA JUGA:Stablecoin RLUSD Milik Ripple Dekati USD 2 Miliar, Minat Institusi Makin Besar
BACA JUGA:Kurs Dolar Melemah, Rupiah Perkasa Usai Trump Kalah di MA
BACA JUGA:Kurs Rupiah-Dolar AS Hari Ini Jumat 20 Februari 2026, Mata Uang Garuda Loyo
Para analis memprediksi USD IDR akan terus bergerak dinamis pekan depan, dengan potensi pelemahan yang perlu diwaspadai. Sentimen global seperti kebijakan The Federal Reserve (The Fed) dan ketegangan geopolitik menjadi penentu utama arah pergerakan mata uang Garuda.
Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi mengatakan, risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Januari menunjukkan kecilnya peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Sikap tersebut menjaga stabilitas dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah, sekaligus menekan aset logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.
Selain itu, sejumlah data ekonomi AS yang dirilis lebih baik dari perkiraan turut memperkuat dolar. Klaim pengangguran awal tercatat turun menjadi 206 ribu pada pekan yang berakhir 14 Februari, lebih rendah dari proyeksi 225 ribu dan posisi sebelumnya 229 ribu. Survei Manufaktur Federal Reserve Philadelphia juga naik ke 16,3 pada Februari, melampaui ekspektasi 8,5 dan meningkat dari 12,6 pada Januari.
Dari sisi geopolitik, ketegangan antara AS dan Iran masih membayangi pasar. Laporan media menyebutkan militer AS tengah mempersiapkan kemungkinan serangan terhadap Iran setelah adanya peningkatan kekuatan militer di Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir.
/2025/07/29/1849039643.jpg)
/2021/11/18/1612827877.jpg)
/2023/07/27/1172885582.jpg)
/2024/10/03/816049894.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1849992/original/008310100_1517286621-20180129-The-Spheres_-Kantor-Baru-Amazon-yang-Mirip-Rumah-Kaca-AP-1.jpg)

/2025/11/27/1262603760.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/3354469/original/046829100_1611133736-20210120-PERTUMBUHAN-UANG-BEREDAR-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4803210/original/041541900_1713259102-20240416-Pelemahan_Mata_Uang_Rupiah-MER_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3211514/original/040779700_1597690121-Foto_Bank_Mandiri.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4132711/original/011923100_1661233218-Penukaran-Uang-Baru-Faizal-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172732/original/048313800_1594117392-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976572/original/043059500_1441279137-harga-emas-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5488493/original/037865300_1769753942-Untitled.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1223093/original/001717500_1462280591-20160503-Pasar--Inflasi-Masih-Terkendali-Hingga-Juni-Jakarta-Angga-Yuniar-01.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4261962/original/044473000_1671083484-harga_telur_ayam_di_tingkat_peternak_mencapai_29_ribu-ARBAS_6.jpg)