Jakarta – Raksasa barang konsumsi global, Unilever menghentikan sementara merekrut karyawan karena perseroan menghadapi tantangan signifikan di tengah konflik Timur Tengah.
Mengutip CNBC, ditulis Rabu (1/4/2026), Unilever, perusahaan induk dari merek-merek antara lain Dove, Axe, Comfort dan Hellman’s mengatakan pembekuan perekrutan akan mempengaruhi staf di semua tingkatan dan akan berlangsung selama tiga bulan. Demikian memo yang dilihat oleh Reuters.
BACA JUGA:Aturan WFH Dilanggar Perusahaan, Karyawan Dapat Melapor ke Menaker
BACA JUGA:Bonus Karyawan Wall Street Sentuh Rekor pada 2025
BACA JUGA:8 Usaha Tambahan Malam Hari untuk Karyawan Sibuk, Jadi Tambahan untuk Pejuang UMR
Realitas makroekonomi dan geopolitik, terutama dalam konflik Timur Tengah menghadirkan beberapa tantangan signifikan untuk beberapa bulan mendatang,” ujar Presiden of Unilever’s Personal Care Unit, Fabian Garcia dalam memo tersebut.
Melalui pernyataan kepada CNBC, Unilever menyebutkan, mencerminkan lingkungan eksternal yang tidak pasti, perseroan telah memutukan memberlakukan penghentian sementara perekrutan. “Kami tetap menjadi bisnis yang tangkas dan akan selalu menyesuaikan rencana kami sesuai kebutuhan,”
Unilever mempekerjakan 96.000 karyawan dan beroperasi di 190 negara. Kelompok bisnis intinya meliputi kecantikan dan kesehatan, perawatan pribadi, perawatan rumah tangga dan makanan.
Unilever telah berkomitmen pada 2024 untuk menghemat biaya sebesar 800 juta euro atau USD 918 juta. Jumlah itu sekitar Rp 15,61 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.010). Penghematan biaya itu akan mengurangi 7.500 posisi di kantor. Perseroan telah mencapai penghematan sebesar 670 juta euro atau Rp 13,11 triliun (asumsi euro terhadap rupiah di kisaran 19.570) pada akhir 2025 dan mengharapkan penghematan lebih lanjut sebesar 130 juta euro atau Rp 2,54 triliun pada 2026, berdasarkan laporan keuangan terbarunya.
/2025/09/05/1983514634.jpg)
/2026/02/05/2066631370.jpg)
/2025/05/09/1153526562.jpg)
/2025/03/02/139327218.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5287011/original/038943200_1752805755-IMG-20250717-WA0009.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3510059/original/027658500_1626233971-fintech_3.jpg)
/2017/06/02/105912995.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4881264/original/019311900_1719914456-20240702-Mall_Pelayanan_Publik-HER_6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5508696/original/058250100_1771586403-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-20_Februari_2026a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3955588/original/090119900_1646713189-20220308-Harga-Bensin-AS-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5468580/original/049228800_1767958127-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian__Airlangga_Hartarto-_9_Januari_2026-1.jpg)