Jakarta – Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50% mendapat respons beragam dari pelaku perbankan. Secara umum, industri perbankan menilai langkah tersebut sebagai kebijakan strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.
Selain memperkuat rupiah, kebijakan ini juga dipandang mampu menjaga kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional. Meski berpotensi meningkatkan biaya dana (cost of fund), perbankan optimistis pertumbuhan kredit masih dapat terjaga seiring dukungan likuiditas yang memadai dari otoritas moneter.
BACA JUGA:BI dan Bank Sentral China Komitmen Tingkatkan Pemakaian Mata Uang Lokal
BACA JUGA:Kenaikan BI Rate Krusial Jaga Rupiah dan Kepercayaan Investor
BACA JUGA:IHSG Mendekati 6.000, Risiko Jangka Pendek Membayangi
BACA JUGA:Rupiah Bangkit, Hari Ini Ditutup Rp 17.944 per Dolar AS
Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, mengatakan BCA mencermati keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan ke level 5,50%.
Kami melihat keputusan ini merupakan langkah strategis BI dalam merespons dinamika ekonomi global serta pergerakan nilai tukar rupiah, kata Hera kepada Media Rabu, 10 Juni 2026.
Dalam menilai kebijakan suku bunga, BCA konsisten mencermati perkembangan suku bunga acuan ke depan, parameter makroekonomi lainnya, potensi risiko, kondisi likuiditas sektor perbankan dan pasar yang dipengaruhi faktor permintaan dan penawaran.
Seiring dengan itu, BCA senantiasa mempertimbangkan faktor-faktor tersebut dalam menjaga keseimbangan antara kecukupan likuiditas dan ekspansi kredit yang sehat.
Artikel Respons 3 Bank Besar Soal Kenaikan BI Rate menyita perhatian pembaca di Kanal Bisnis www.wmhg.org. Ingin mengetahui artikel apa saja yang menarik perhatian pembaca di Kanal Bisnis www.wmhg.org? Berikut tiga artikel terpopuler di Kanal Bisnis www.wmhg.org yang dirangkum pada Kamis, (11/6/2026):




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4066834/original/034753100_1656461868-Harga_Minyak_AFP.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5299141/original/036414800_1753783117-IMG-20250729-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5136481/original/050452400_1739862534-WhatsApp_Image_2025-02-18_at_12.19.46_PM__1_.jpeg)
/2026/03/25/1988965033.jpg)
/2026/03/25/509636597.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219629/original/039640900_1747221144-20250514-Harga_Emas-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532289/original/028365400_1628161488-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3913279/original/044672700_1643034569-24_januari_2022-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6998518/original/060608900_1779768813-AP26142827392886.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5119144/original/046555200_1738566795-XRP_illustration.jpg)