Jakarta – PT Industri Kereta Api atau PT INKA (Persero) kembali mengirimkan 60 unit gerbong datar ke Palembang. Pengiriman ini merupakan bagian dari kontrak pengadaan 1.125 unit gerbong datar untuk PT Kereta Api Indonesia (Persero).
Senior Manager Hubungan Masyarakat dan Kantor Perwakilan PT INKA Hartono mengatakan, pengiriman tersebut merupakan rangkaian kereta ke-14 atau trainset ke-14 (TS-14).
BACA JUGA:INKA Kirim 60 Gerbong Datar ke Palembang, Target 1.125 Unit Rampung 2026
BACA JUGA:Palembang-Australia Perkuat Sinergi via Proyek Sanitasi Modern hingga Pembangunan Ramah Lingkungan
BACA JUGA:9 Potret Ashanty Pakai Baju Adat Palembang dengan Detail Mewah, Auranya Elegan
BACA JUGA:LRT Sumsel Angkut 213 Ribu Penumpang Saat Lebaran 2026, Ekonomi Palembang Ikut Terdongkrak
“Pengiriman dilakukan melalui jalur darat menggunakan 30 unit trailer dengan estimasi waktu tempuh sekitar empat hari hingga tiba di Palembang,” ujarnya dikutip dari Antara, Jumat, 10 April 2026.
Menurut Hartono, pengiriman dilakukan secara bertahap, yakni 60 gerbong dalam setiap rangkaian sesuai skema kontrak yang telah disepakati kedua pihak.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh gerbong datar tersebut diproduksi di Pabrik INKA Banyuwangi, sebagai bagian dari penguatan industri perkeretaapian nasional.
“Ini 100 persen Made in Banyuwangi. Alhamdulillah, berkat doa dan dukungan masyarakat Banyuwangi, sudah 14 TS berhasil dikirim ke Palembang,” kata dia.
PT INKA menargetkan total pengiriman mencapai 19 rangkaian kereta atau setara 1.125 unit gerbong datar hingga pertengahan 2026.
Sejauh ini, masih terdapat sekitar 295 gerbong yang dalam proses produksi. Sisa tersebut direncanakan akan dikirim dalam lima tahap berikutnya
Artikel INKA Kirim 60 Gerbong Datar ke Palembang, Target 1.125 Unit Rampung 2026 menyita perhatian pembaca di Kanal Bisnis www.wmhg.org. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di Kanal Bisnis www.wmhg.org? Berikut tiga artikel terpopuler di Kanal Bisnis www.wmhg.org yang dirangkum pada Sabtu, (11/4/2026):

/2025/08/04/2059509624.jpg)
/2025/12/08/659294977.jpg)
/2019/08/22/1849344355.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1977939/original/040761200_1520588212-Jagung-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5549891/original/039205300_1775632510-1000284134.jpg)
/2025/08/11/510014266.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5552537/original/018807500_1775812494-Menteri_Pekerjaan_Umum__PU___Dody_Hanggodo-10_April_2026a.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5552927/original/031736300_1775876159-4ef0c232-4b1e-4a0c-b06c-daa35534819d.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3352154/original/097767500_1610959712-20210118-Emas-Antam-8.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369942/original/091580800_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523350/original/002152400_1772803865-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-6_Maret_2026b.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4347729/original/082024200_1678087558-20230306-Ekonomi-China-AP-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523300/original/073953200_1772800710-IMG_0778.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1360915/original/045635300_1475232910-20160930--Bea-Cukai-Rilis-Temuan-Rokok-Ilegal-Jakarta--Faizal-Fanani-09.jpg)