Jakarta – Perputaran uang dari aktivitas mudik Lebaran 2026 diprediksi tembus hingga Rp 161 triliun. Angka tersebut mayoritas bisa bergerak di daerah-daerah tujuan mudik dengan potensi peningkatan ekonomi lokal.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang menghitung, angka tersebut muncul dari jumlah masyarakat yang melakukan mudik di momen Hari Raya Idulfitri saat ini.
BACA JUGA:Jasa Marga Catat Arus Lalu Lintas Tertinggi Sepanjang Sejarah Mudik Lebaran di Indonesia
BACA JUGA:Kereta Api Diserbu Pemudik Lebaran, 767.829 Tiket Ludes Terjual
BACA JUGA:Posko Mudik Kalikangkung Disusupi Ular, Petugas Sempat Panik
BACA JUGA:3,6 juta Tiket Kereta Terjual di Mudik Lebaran 2026
Dengan proyeksi total 143 juta orang melakukan mudik, bisa diasumsikan ada 35,9 juta keluarga dengan masing-masing membawa uang sekitar Rp 4,12 juta, total perputaran uang bisa mencapai Rp 148 triliun. Jumlah uang itu setidaknya didapat dari adanya tunjangan hari raya (THR).
Namun angka perputaran uang ini berpotensi naik, hitungan ini diangka yang moderat atau paling rendah. Masih berpotensi mencapai Rp.161.887.500.000.000 dengan asumsi rata rata per keluarga membawa uang sebesar Rp 4.500.000, kata Sarman dalam keterangan yang diterima www.wmhg.org, Kamis (19/3/2026).
Dia menilai uang ini akan beredar di wilayah-wilayah tujuan mudik, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat. Sisanya menyebar ke Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Bali dan berbagai destinasi wisata lainnya. Bisa dibilang, ekonomi daerah akan ikut terdampak positif dari kegiatan ini.
Sarman melihat, uang itu digunakan untuk hampir seluruh sektor usaha. Mulai dari tiket perjalanan, biaya tol dan BBM, perbaikan kendaraan, hingga THR bagi kerabat di kampung halaman.
Selama di kampung halaman, uang juga akan beredar di pusat destinasi wisata, berbagai pedagang UMKM akan menikmati peningkatan omzet seperti pedagang makanan/minuman, souvenir, penjual makanan khas daerah dan penjual batik/kain khas daerah serta pusat kuliner diberbagai daerah, tutur Sarman.
/2025/08/04/2059509624.jpg)
/2026/01/18/1891485649.jpg)
/2025/01/01/314892037.jpg)
/2022/08/04/2004827106.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5534837/original/098432000_1773895500-9a43a4a2-6bc0-44eb-8d24-9b5dfb0cdd63.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369940/original/015660100_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4484273/original/072858000_1687927134-Kehidupan_di_Ibu_Kota_Rusia_Kembali_Normal_Setelah_Kudeta_Gagal_Tentara_Bayarannya-AP__5_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172726/original/046657700_1594117380-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-1.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/1738534/original/068857100_1507883251-Aluminium5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2836176/original/077516600_1561369125-20190624-Emas-Antam-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5534559/original/057490500_1773837252-1cf20d5f-2b83-44b4-ba72-412949427e42.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5534544/original/075277300_1773836617-AirNav_Indonesia-18_Maret_2026.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5534564/original/007430600_1773838221-WhatsApp_Image_2026-03-18_at_18.09.27.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4797068/original/007275100_1712476132-20240407-Pemudik_Bermotor-HER_4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3280893/original/087094900_1603879302-20201028-Bandara-Soetta-3.jpg)