Jakarta – Thailand mempertimbangkan penerapan pajak keberangkatan sebesar 1.000 baht atau sekitar Rp 533.065 (estimasi kurs Rp 533 per baht) bagi penumpang yang meninggalkan negara tersebut melalui jalur penerbangan. Kebijakan ini masih berupa usulan dan pemerintah tengah meminta masukan publik terkait rancangan peraturan tersebut.
Mengutip VnExpress, Jumat (9/10/2026), rancangan tersebut mengatur pajak bagi pelancong yang meninggalkan Thailand tanpa membedakan kewarganegaraan. Menurut The Nation, nilai pajak yang diusulkan untuk penumpang pesawat sebesar 1.000 baht, dengan batas maksimal berdasarkan rancangan hukum mencapai 5.000 baht per keberangkatan.
BACA JUGA:Potret Ratu Thailand Sukses Terbangkan Jet Tempur Sendirian
BACA JUGA:Li Auto Masuk Pasar Thailand Lewat Dua Model Andalan
BACA JUGA:Thailand Mengurangi Ekspor Telur Ayam 30-50% hingga Akhir 2026
Pada tahap awal, pajak tersebut hanya diusulkan untuk perjalanan melalui jalur udara. Sementara itu, orang yang meninggalkan Thailand melalui jalur darat dan laut untuk sementara direncanakan bebas dari pungutan tersebut.
Kementerian Keuangan Thailand masih mempertimbangkan besaran pajak yang akan diterapkan. Proses konsultasi publik atas rancangan kebijakan ini dijadwalkan berakhir pada 29 Oktober 2026.
Pemerintah menyatakan usulan tersebut bertujuan meningkatkan pemanfaatan sumber daya publik dengan tetap menjaga disiplin fiskal, sekaligus memberikan fleksibilitas untuk menghadapi kemungkinan keadaan darurat di masa mendatang.
Meski demikian, Departemen Pendapatan Thailand menegaskan bahwa hingga saat ini seluruh keberangkatan dari negara tersebut masih bebas pajak. Artinya, pungutan yang diusulkan belum diterapkan kepada para pelancong.
/2025/12/08/659294977.jpg)
/2025/02/10/462114211.jpg)
/2023/10/01/342276568.jpg)
/2024/01/17/2061950103.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370058/original/017120900_1791547569-email-attachment_2026_10_09_ariefhakim-at-klyid_bahlil-maruarar-bahas-konsep-rumah-pakai-jargas-hingga-plts-dekat-kawasan-industri_1000467941.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4217905/original/082312500_1667827564-WhatsApp_Image_2022-11-07_at_17.09.54.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353343/original/079554200_1789961127-IMG_7203.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360181/original/077137200_1790594186-email-attachment_2026_09_28_ariefhakim-at-klyid_kemenkop-klaim-85-persen-manajer-kopdes-setuju-penempatan-di-daerah_1000456402.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1043410/original/011837300_1446625161-20151104-OJK-Jakarta-Angga-Yuniar.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309012/original/011632200_1785214700-Gemini_Generated_Image_5o6uim5o6uim5o6u.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3188320/original/078196100_1595493634-20200723-Usai-Cetak-Rekor_-Harga-Emas-Antam-Kembali-Turun-IQBAL-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5119144/original/046555200_1738566795-XRP_illustration.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4381430/original/007733200_1680504270-traxer-EBKPxro0A9c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1937644/original/001119200_1519626925-1.jpg)