Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia membahas pemanfaatan jaringan gas (jargas) rumah tangga dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dalam pembangunan perumahan. Sejumlah kawasan industri disiapkan sebagai percontohan awal.
Hal tersebut dibahas dalam pertemuan antara Bahlil dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait. Pertemuan tahap awal ini mematangkan rencana serta konsep pembangunan perumahan masa depan.
BACA JUGA:Proyek Biomethane dari Limbah Sawit di Sumatera Selatan Masuki Tahap Akhir
BACA JUGA:Danantara Kaji Penggabungan Pertagas dan PGN
BACA JUGA:PGN Konversi 75 Taksi Online ke BBG Gratis, Biaya Bahan Bakar Dapat Turun 55%
Tadi kita membahas tentang konsep pembangunan perumahan yang akan memakai jaringan gas dan listrik yang berbasis PLTS di beberapa kawasan yang akan dikembangkan oleh Pak Menteri Perumahan, Pak Maruarar Sirait, dan pertemuannya berakhir dengan baik, produktif, dan paten, kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (9/10/2026).
Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan bahwa pembahasan konsep hunian berbasis jargas dan PLTS merupakan langkah awal yang positif agar arah pembangunan perumahan menjadi lebih jelas.
Jadi ini mudah-mudahan suatu lompatan yang besar yang akan disiapkan nanti kajiannya, aturannya di beberapa tempat yang akan menjadi percontohan, ungkap Maruarar.
Ia menambahkan, pembangunan hunian di sekitar kawasan industri seperti Maluku Utara, Kabupaten Tangerang, hingga Kabupaten Bekasi akan disusun sesuai dengan rencana strategis tersebut.
Jadi kita memerlukan langkah-langkah strategis untuk melakukan percepatan-percepatan soal perumahan ini, ujarnya.
/2025/12/08/659294977.jpg)
/2025/02/10/462114211.jpg)
/2023/10/01/342276568.jpg)
/2024/01/17/2061950103.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5505614/original/026744400_1771392012-btn2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4217905/original/082312500_1667827564-WhatsApp_Image_2022-11-07_at_17.09.54.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353343/original/079554200_1789961127-IMG_7203.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360181/original/077137200_1790594186-email-attachment_2026_09_28_ariefhakim-at-klyid_kemenkop-klaim-85-persen-manajer-kopdes-setuju-penempatan-di-daerah_1000456402.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1043410/original/011837300_1446625161-20151104-OJK-Jakarta-Angga-Yuniar.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309012/original/011632200_1785214700-Gemini_Generated_Image_5o6uim5o6uim5o6u.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3188320/original/078196100_1595493634-20200723-Usai-Cetak-Rekor_-Harga-Emas-Antam-Kembali-Turun-IQBAL-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5119144/original/046555200_1738566795-XRP_illustration.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4381430/original/007733200_1680504270-traxer-EBKPxro0A9c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1937644/original/001119200_1519626925-1.jpg)