Jakarta – Pemerintah telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 6 persen dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Target tersebut dinilai oleh ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mencerminkan optimisme yang cukup agresif dari pemerintah.
Menurut saya, RAPBN 2027 masih mencerminkan optimisme yang cukup agresif. Terutama pada target pertumbuhan 6 persen, mengingat tren historis Indonesia yang cenderung berada di kisaran 5 persen, ujar M. Rizal Taufikurahman, Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, Sabtu (15/8/2026).
BACA JUGA:Indef Beberkan 3 Sektor Kunci Penggerak Ekonomi Indonesia di RAPBN 2027
BACA JUGA:Siap-siap Purbaya Mau Tarik Pajak Baru, Ini Syaratnya
BACA JUGA:Gandeng Pegadaian, BCA Meluncurkan Layanan Tabungan Emas di myBCA
Target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan kali ini lebih tinggi dibandingkan target periode sebelumnya. Pada APBN 2026, pemerintah menargetkan pertumbuhan sebesar 5,4 persen.
Artinya ada growth gap yang tidak kecil dan membutuhkan peningkatan investasi serta produktivitas, bukan sekadar pemulihan siklus, kata Rizal.
Asumsi inflasi, nilai tukar, dan defisit memang terlihat terjaga, tetapi sangat bergantung pada minimnya shock eksternal di tengah volatilitas global, sambungnya.

/2025/04/07/1820562195.jpg)
/2026/04/26/320305090.jpg)
/2020/01/22/1460149073.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324858/original/079673700_1786774430-WhatsApp_Image_2026-08-15_at_11.55.55__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3305455/original/032113900_1606206368-20201124-Kementerian-PUPR-Siap-Terapkan-Teknologi-Transaksi-Pembayaran-Tol-Non-Tunai-Tanpa-Sentuh-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5316686/original/015565400_1755246886-58fd09bf-f082-45ea-994b-97b59d1c4836.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310615/original/088655600_1785325870-IMG_2460.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352153/original/096135700_1610959711-20210118-Emas-Antam-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4805342/original/023824600_1713432003-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324488/original/090279200_1786708393-pegadaian.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5457595/original/076583700_1767006615-CEO_INDODAX_William_Sutanto__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4762233/original/084887400_1709618123-fotor-ai-2024030510810.jpg)