Jakarta – Penerbit stablecoin Tether menegaskan kembali kerja samanya dengan aparat penegak hukum Amerika Serikat (AS) dan internasional untuk memerangi aktivitas keuangan ilegal, termasuk jaringan penghindaran sanksi Iran melalui aset digital.
Dikutip dari keterangan tertulis perusahaan, Rabu (30/9/2026), Tether menyebut sekitar US$ 550 juta atau setara Rp 9,8 triliun USDT telah dibekukan sepanjang 2026. Aset tersebut berada di sejumlah dompet yang diidentifikasi otoritas AS terhubung dengan Bank Sentral Iran dan jaringan yang terkena sanksi.
BACA JUGA:AS Sanksi 10 Entitas Terkait Dugaan Mendukung Militer Iran
BACA JUGA:Israel dan UEA Konfirmasi Pertemuan Netanyahu-Mohammed bin Zayed
Pada April 2026, Tether membantu pemerintah AS membekukan lebih dari US$ 344 juta USDT di dua alamat berdasarkan informasi Office of Foreign Assets Control (OFAC) dan aparat penegak hukum AS.
Sehari kemudian, OFAC secara resmi memasukkan alamat tersebut sebagai pengenal mata uang digital Bank Sentral Iran. Entitas itu terkait dengan IRGC-Qods Force dan Hizballah dalam daftar sanksi AS.
/2023/10/30/2092013017.jpg)
/2025/09/09/1252962410.jpg)
/2025/06/30/781457054.jpg)
/2024/02/23/546826591.jpg)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4762384/original/053556300_1709622762-fotor-ai-20240305141019.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302026/original/078434200_1753969683-Gemini_Generated_Image_wwcdvlwwcdvlwwcd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362271/original/083531700_1790766225-ChatGPT_Image_Sep_30__2026__06_02_50_PM.jpg)