Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, memastikan kementeriannya tidak menerapkan skema work from home (WFH) dalam pola kerja pegawai. Keputusan itu diambil karena karakter tugas Kementerian PU yang tak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga terlibat langsung dalam penanganan bencana.
Menurut Dody, peran Kementerian Pekerjaan Umum menjadi bagian dari tim utama saat terjadi bencana, bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
BACA JUGA:WFH ala ASN Bawaslu, Sudut Rumah Jadi Kantor dan Meja Lipat untuk Laptop
BACA JUGA:Sidak WFH di Bandar Lampung, Wamendagri Akhmad Wiyagus Gunakan Mobil Listrik untuk Hemat BBM
BACA JUGA:Wamendagri: WFH Jadi Langkah Efisiensi dan Budaya Kerja Baru ASN
BACA JUGA:Kantor Disdukcapil Sukabumi Tetap Ramai Didatangi Warga, WFH Tidak Berlaku
“Karena itu kemudian kami putuskan kami tidak WFH,” ujar Dody Hanggodo di Kementerian PU, Jumat (10/4/2026).
Meski begitu, ia menegaskan kementerian PU tetap mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja. Salah satu langkah yang ditempuh adalah penghematan energi di lingkungan perkantoran.
Dody menjelaskan, penggunaan listrik akan ditekan, terutama setelah jam kerja. Pendingin ruangan (AC) dikurangi, bahkan untuk ruang yang memungkinkan cukup menggunakan ventilasi alami atau kipas angin.
“Jadi mudah-mudahan dengan cara itu, walaupun kita tidak WFH, tapi ada efisiensi yang tetap dapat kita berikan kepada bangsa dan negara,” katanya.
Upaya efisiensi tersebut, lanjut dia, telah dihitung oleh Biro Kerja Sama dan Organisasi (BKO) di internal kementerian. Langkah ini diharapkan tetap memberikan kontribusi penghematan bagi negara, meski tanpa penerapan kerja jarak jauh.

/2025/08/04/2059509624.jpg)
/2021/09/11/1184819573.jpg)
/2026/01/18/2123596038.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5552383/original/040796700_1775808175-1000483362.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3043542/original/085460400_1580992196-20200206-Penggunaan-Kantong-Plastik-Masih-Marak-di-Pasar-Tebet-IQBAL-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5551851/original/080783400_1775783585-d6f42e15-61a2-4931-8543-c943cd99e82e.jpeg)
/2025/08/11/510014266.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723186/original/087016300_1705921832-fotor-ai-2024012218923.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369940/original/015660100_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369942/original/091580800_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4805341/original/055600100_1713432002-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375574/original/030742400_1538739776-20181005-Emas-Antam-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976573/original/043185800_1441279137-harga-emas-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5551467/original/045475100_1775726993-IMG-20260409-WA0168.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5547987/original/012195700_1775482007-IMG_3262.jpeg)