Jakarta – Bank Indonesia (BI) memilih untuk menahan suku bunga acuan (BI Rate) meski bank sentral Amerika Serikat (The Fed) menaikkan suku bunganya. Langkah ini diambil karena inflasi domestik dinilai masih terkendali dan perekonomian nasional masih memiliki ruang untuk terus tumbuh.
Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti menjelaskan, BI senantiasa memanfaatkan assessment dan stress analysis guna mengukur dampak perubahan suku bunga terhadap inflasi maupun pertumbuhan ekonomi sebelum memutus kebijakan moneter.
BACA JUGA:Prediksi Harga Emas Pekan Depan, Logam Mulia Berpotensi Merosot ke Rp 2,52 Juta
BACA JUGA:Harga Emas Kembali Melemah, Tapi Permintaan Masih Kuat
Kami melakukan asesmen, kami juga melakukan stress analysis, dan kita juga melihat setiap dampak dari kenaikan BI-Rate terhadap ekonomi itu seperti apa,” kata Destry dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (28/9/2026).
Destry memaparkan, perekonomian Indonesia saat ini masih bergerak di bawah kapasitas potensialnya sehingga output gap tercatat masih negatif. Kondisi ini memberi ruang bagi dorongan pertumbuhan ekonomi tanpa memicu tekanan inflasi yang berlebihan.
Kami juga melakukan assessment bahwa ternyata ekonomi kita ini masih bergerak di bawah potensial level-nya. Atau kita biasa menyampaikannya output gap-nya masih negatif. Kalau dia masih negatif berarti masih ada ruang untuk pertumbuhan ekonomi tanpa mengakibatkan kebanyakan inflasi, ujar Destry.
Ia menegaskan, inflasi tetap menjadi jangkar (anchor) utama kebijakan moneter BI. Saat ini, inflasi inti (core inflation) masih terjaga stabil di kisaran 2%, sementara inflasi umum berada di level 3,19% yang utamanya didorong oleh kelompok harga pangan bergejolak (volatile food).
Kami melihat bahwa anchor kita itu inflasi dan saat ini kami masih merasa nyaman dengan inflasi saat ini, apalagi kita lihat core inflation itu masih di sekitar 2%-an, kata Destry.
/2023/12/14/453593213.jpg)
/2026/05/21/1815365879.jpg)
/2025/12/12/1277718059.jpg)
/2025/11/03/156111305.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359673/original/072670700_1790570294-email-attachment_2026_09_28_immanuel-christian_luhut-ungkap-network-den-dengan-china-dan-as-untuk-perkuat-ekonomi-indonesia_IMG_7398.jpeg)








:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258974/original/051510600_1781429096-000_B6X34AN.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1223093/original/001717500_1462280591-20160503-Pasar--Inflasi-Masih-Terkendali-Hingga-Juni-Jakarta-Angga-Yuniar-01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353407/original/083905400_1789963219-WhatsApp_Image_2026-09-21_at_10.56.58.jpeg)